BeritaNewsPariwisata

Malean Sampi: Tradisi Balapan Sapi Khas Lombok yang Menarik Wisatawan

×

Malean Sampi: Tradisi Balapan Sapi Khas Lombok yang Menarik Wisatawan

Sebarkan artikel ini

JE-Lombok, sebuah pulau di Nusa Tenggara Barat, tidak hanya terkenal dengan keindahan pantainya, tetapi juga dengan kekayaan budayanya. Salah satu jurnalekbis.com/tag/budaya/">budaya yang masih lestari dan menarik perhatian wisatawan adalah tradisi Malean Sampi, yaitu balapan sapi yang dilakukan di areal persawahan berlumpur.

Malean Sampi berasal dari bahasa Sasak, suku asli Lombok, yang berarti mengejar sapi. Tradisi ini biasanya digelar pada waktu selesai panen padi dan saat mulai menanam padi, sebagai bentuk rasa syukur dan silaturahmi masyarakat. Tradisi ini juga menjadi ajang unjuk gigi para petani dan peternak sapi, yang menghias dan melatih sapinya sebaik mungkin.

Dalam tradisi Malean Sampi, sapi yang dilombakan harus berpasangan dan ditunggangi oleh joki yang berpengalaman. Sapi-sapi ini harus berlari secepat mungkin di tengah sawah yang basah dan licin, tanpa berbelok atau terjatuh. Pemenangnya ditentukan oleh kecepatan, kestabilan, dan keindahan sapinya.

Baca Juga :  23 Pelaku Pengebom Ikan Diciduk Ditpolairud Polda NTB, Terumbu Karang Terancam Musnah

Tradisi Malean Sampi tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat lokal, tetapi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Wisatawan dapat menyaksikan langsung aksi-aksi menegangkan dan seru dari para joki dan sapinya, serta merasakan suasana keakraban dan kegembiraan masyarakat. Wisatawan juga dapat berinteraksi dengan masyarakat dan mencicipi kuliner khas Lombok.

Tradisi Malean Sampi biasanya digelar di Kecamatan Lingsar dan Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Tradisi ini juga menjadi salah satu kalender of event pariwisata di Lombok, yang diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke pulau ini. Tradisi Malean Sampi merupakan salah satu bukti bahwa Lombok memiliki pesona budaya yang tak kalah menarik dengan pesona alamnya.

Baca Juga :  HKTI Apresiasi Kenaikan Harga Gabah Kering Giling

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *