Lombok Timur, Jurnalekbis.com – Di tengah hiruk pikuk aktivitas masyarakat, sentuhan kemanusiaan hadir di Dusun Gubuk Lekoq, Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pada Senin (5/5/2025), Bhabinkamtibmas Desa Bagik Papan, Bripka Agus Salim, menunjukkan sisi humanis kepolisian dengan menyerahkan bantuan berupa kursi roda kepada Zaenul, seorang pemuda berusia 25 tahun yang tengah berjuang melawan kanker otak.
Siang itu, suasana haru menyelimuti kediaman Zaenul. Bripka Agus Salim hadir tidak hanya sebagai seorang anggota kepolisian, namun juga sebagai representasi kepedulian negara terhadap warganya yang membutuhkan.
“Zaenul, yang telah tiga tahun terakhir mengalami kelumpuhan total akibat penyakit ganas yang menyerang otaknya, kini sangat bergantung pada kursi roda untuk mobilitas sehari-hari, termasuk untuk mengakses layanan Kesehatan,” ungkap Agus Salim.
Kedatangan Bripka Agus Salim membawa secercah harapan bagi Zaenul dan keluarganya. Bantuan kursi roda ini diharapkan dapat mempermudah Zaenul dalam beraktivitas dan menjalani pengobatan rutin ke rumah sakit maupun dokter. Raut wajah haru dan ucapan terima kasih tulus dari keluarga Zaenul menjadi pemandangan yang menyentuh hati.
Dalam kesempatan tersebut, Bripka Agus Salim tidak hanya menyerahkan bantuan fisik. Ia juga memberikan dukungan moral dan himbauan kepada keluarga Zaenul untuk terus mendampingi dan memberikan semangat dalam proses pengobatan.
“Kami menghimbau keluarga Saudara Zaenul untuk tetap melakukan pengobatan ataupun kontrol ke dokter. Tetaplah tabah dalam menghadapi ujian ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bripka Agus Salim juga mengingatkan keluarga untuk menjaga dan merawat kursi roda yang telah diberikan agar dapat digunakan secara maksimal dalam jangka waktu yang panjang. Beliau bahkan menawarkan diri untuk membantu jika sewaktu-waktu kursi roda tersebut mengalami kerusakan.
“Jika ada kerusakan, jangan ragu untuk menghubungi saya. Kami siap membantu memperbaiki ataupun menggantinya,” tambahnya.
Kegiatan ini bukan sekadar penyerahan bantuan semata. Lebih dari itu, ini adalah wujud nyata dari sinergitas antara kepolisian dan masyarakat. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan, mampu menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling peduli.

Inisiatif Bripka Agus Salim ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Masyarakat sekitar yang menyaksikan penyerahan bantuan tersebut merasa bangga dan semakin menaruh kepercayaan kepada Polri. Tindakan ini dinilai sebagai langkah positif dalam membangun citra kepolisian yang humanis dan dekat dengan masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Polisi yang telah peduli dengan kondisi keluarga kami. Bantuan kursi roda ini sangat berarti,” ungkap Zaenul
Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekitar untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi mereka yang sedang sakit atau membutuhkan uluran tangan. Empati dan solidaritas sosial seperti inilah yang diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.
Peran Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan kepolisian di tingkat desa atau kelurahan memang sangat strategis. Mereka tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi jembatan penghubung antara Polri dan masyarakat. Melalui kegiatan-kegiatan sosial seperti ini, Bhabinkamtibmas dapat lebih dekat dengan warganya, memahami permasalahan yang ada, dan memberikan solusi yang dibutuhkan.
Bripka Agus Salim sendiri dikenal sebagai sosok Bhabinkamtibmas yang aktif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah binaannya. Beliau seringkali terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial dan kemasyarakatan, sehingga kehadirannya selalu dinantikan dan disambut baik oleh warga.
Kanker otak merupakan pertumbuhan sel abnormal di dalam otak. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gejala, tergantung pada ukuran dan lokasi tumor. Beberapa gejala umum meliputi sakit kepala yang terus-menerus, mual, muntah, gangguan penglihatan, kejang, dan perubahan perilaku.
Menurut data dari Globocan 2020, angka kejadian kanker otak indonesia/">di Indonesia memang tidak setinggi jenis kanker lainnya, namun dampaknya terhadap kualitas hidup pasien dan keluarga sangat signifikan. Penanganan kanker otak memerlukan tim medis multidisiplin yang terdiri dari ahli bedah saraf, onkolog radiasi, onkolog medis, dan spesialis lainnya.
Dukungan moril dan materiel dari keluarga, teman, dan masyarakat sangat penting bagi pasien kanker otak dalam menjalani pengobatan dan pemulihan. Bantuan seperti kursi roda yang diberikan kepada Zaenul menjadi salah satu bentuk dukungan nyata yang dapat meringankan beban pasien dan keluarga.
