Ekonomi

Lapas Lombok Barat Kembangkan Ekonomi Kreatif Lewat Digitalisasi Produk Unggulan

×

Lapas Lombok Barat Kembangkan Ekonomi Kreatif Lewat Digitalisasi Produk Unggulan

Sebarkan artikel ini
Lapas Lombok Barat Kembangkan Ekonomi Kreatif Lewat Digitalisasi Produk Unggulan
Kunjungi Sosial Media Kami

Lombok Barat, Jurnalekbis.com – Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, pemasyarakatan/">Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI mengambil langkah progresif. Ditjenpas secara aktif mendorong Lapas Kelas IIA Lombok Barat untuk memaksimalkan strategi pemasaran digital bagi produk-produk unggulan hasil karya warga binaan, yaitu kerajinan Cukli dan Batik “Gembok”. Langkah ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan brand awareness tetapi juga untuk menjangkau lebih banyak konsumen dan, pada akhirnya, menggenjot omset serta Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Ditjenpas, Rika Aprianti, menekankan urgensi pemanfaatan momentum pertumbuhan ekonomi yang kian membaik di Indonesia. Menurutnya, produk-produk hasil pembinaan warga binaan memiliki potensi besar yang perlu didorong dengan strategi yang tepat agar dapat bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

“Melihat besarnya potensi produk ini serta tantangan dalam memasarkan, maka perlu strategi yang lebih efektif lagi seperti dengan mengoptimalkan pemasaran digital, selain untuk memperkenalkan produk kita juga untuk menjangkau lebih banyak konsumen tentunya,” papar Rika saat melakukan kunjungan di Lapas Lombok Barat pada Jumat (13/06/2025).

Ia melanjutkan, strategi pemasaran digital tidak hanya sekadar tren, tetapi telah menjadi tulang punggung bagi banyak pelaku usaha untuk bertahan dan berkembang. Dengan jangkauan internet yang masif dan penetrasi smartphone yang tinggi di Indonesia, platform digital menawarkan akses tak terbatas ke calon konsumen.

Baca Juga :  Dekranasda NTB Gandeng WIC, Gelar Fashion Gathering di Sarinah, Libatkan Para Istri Duta Besar

“Strategi ini akan sangat efektif dalam mencapai target pasar yang lebih tepat serta dapat memaksimalkan pemasaran dan pendapatan,” tambahnya.

Penggunaan platform media sosial dan teknik digital marketing lainnya dianggap sebagai kunci utama dalam menghadapi transformasi digital yang terus berkembang. Ini berarti Lapas Lombok Barat tidak hanya akan berfokus pada kualitas produk, tetapi juga pada bagaimana produk tersebut “terlihat” dan “ditemukan” oleh konsumen di dunia maya.

Pemasaran digital memungkinkan produk-produk Lapas Lombok Barat untuk menembus batas geografis, menjangkau konsumen di seluruh Indonesia bahkan hingga ke pasar internasional. Melalui media sosial, e-commerce, atau website khusus, kisah di balik setiap produk—mulai dari proses pembuatannya hingga para pembuatnya—dapat diceritakan, menciptakan koneksi emosional yang kuat dengan konsumen. Ini akan menambah nilai pada setiap produk, melampaui sekadar harga.

Langkah Lapas Lombok Barat ini juga sejalan dengan program akselerasi yang dicanangkan oleh Menteri Hukum dan HAM. Rika Aprianti menegaskan komitmen Ditjenpas untuk memberikan dukungan penuh dalam promosi produk-produk hasil pembinaan warga binaan di seluruh Indonesia.

“Apalagi terlebih produk-produk kita [Lapas Lombok Barat] ini sudah banyak dikenal oleh masyarakat luas, terutama kerajinan Cukli dan Batik Gembok,” ungkapnya.

Dukungan Ditjenpas ini tidak hanya berupa imbauan, tetapi juga dapat berupa fasilitasi pelatihan, akses ke jaringan pasar, hingga bantuan dalam penyusunan strategi pemasaran digital yang efektif. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan kedua bagi warga binaan, membekali mereka dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar, dan membantu mereka menjadi pribadi yang produktif dan mandiri. Ini adalah wujud nyata dari fungsi pemasyarakatan yang tidak hanya menghukum, tetapi juga membina dan merehabilitasi.

Baca Juga :  Hadir di Elecric Motor Show, Gubernur NTB : DOLIS Jadi Bintang di JCC

Fokus pada brand awareness dan jangkauan konsumen melalui digitalisasi adalah langkah cerdas. Di era informasi ini, tanpa kehadiran yang kuat di ranah digital, sebuah produk, seberapa pun baiknya, akan sulit untuk bersaing. Dengan dukungan Ditjenpas, diharapkan Lapas Lombok Barat dapat membangun ekosistem pemasaran digital yang kuat, mulai dari pembuatan konten menarik, pengelolaan akun media sosial, hingga optimasi e-commerce untuk mencapai penjualan yang maksimal. Ini akan memberikan dampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga binaan dan juga kontribusi pada PNBP.

Kepala Lapas (Kalapas) Lombok Barat, M. Fadli, menyambut baik dorongan dari Ditjenpas. Ia menyatakan bahwa peningkatan produktivitas dan kualitas kerajinan Cukli dan Batik telah menjadi salah satu prioritas utama di Lapas yang dipimpinnya.

“Dukungan kami juga difokuskan kepada peningkatan kualitas cukli dan batik, inovasi desain, pengembangan sumber daya manusia Warga Binaan, hingga riset penjualan secara online,” terang Fadli.

Pernyataan Fadli menunjukkan pendekatan holistik yang dilakukan Lapas Lombok Barat dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian. Bukan hanya sekadar memproduksi, tetapi ada fokus yang jelas pada: Peningkatan Kualitas Produk, Inovasi Desain, Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Warga Binaan, dan Riset Penjualan Online

Dengan pendekatan terpadu ini, Lapas Lombok Barat tidak hanya berupaya meningkatkan omset, tetapi juga memberikan bekal keterampilan dan semangat kewirausahaan kepada warga binaan. Program ini menjadi jembatan bagi mereka untuk reintegrasi sosial yang lebih baik setelah bebas, membekali mereka dengan kemampuan yang memungkinkan mereka untuk mandiri dan berkontribusi positif pada masyarakat.

Baca Juga :  DJP Finalkan Regulasi Tentang Pajak Natura

Produk Cukli dan Batik “Gembok” dari Lapas Lombok Barat lebih dari sekadar kerajinan tangan. Mereka adalah simbol harapan, pembinaan, dan kesempatan kedua. Setiap ukiran pada Cukli dan setiap motif pada Batik Gembok membawa cerita tentang proses rehabilitasi, dedikasi, dan upaya para warga binaan untuk menghasilkan karya bernilai.

Cukli, kerajinan khas Lombok yang menggabungkan ukiran kayu dengan tempelan kulit kerang mutiara, merupakan warisan budaya lokal yang harus terus dilestarikan. Melalui tangan-tangan warga binaan, seni ini tidak hanya bertahan tetapi juga mendapatkan nilai tambah ekonomi. Sementara itu, Batik “Gembok” dengan motif dan corak khasnya, menjadi identitas unik yang diciptakan dalam lingkup Lapas, melambangkan harapan dan kebebasan berekspresi dalam keterbatasan.

Pemasaran digital akan memungkinkan cerita-cerita di balik produk ini untuk sampai ke telinga dan mata konsumen. Transparansi proses, testimoni dari warga binaan, dan dampak positif dari program pembinaan dapat menjadi daya tarik tersendiri yang membedakan produk Lapas Lombok Barat dari produk kerajinan lainnya. Ini adalah kekuatan storytelling yang dapat meningkatkan nilai brand dan mendorong loyalitas konsumen.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *