Tragedi Pantai Sumbawa, 4 Wisatawan Tewas Terseret Arus

Tragedi Pantai Sumbawa, 4 Wisatawan Tewas Terseret Arus
Tragedi Pantai Sumbawa, 4 Wisatawan Tewas Terseret Arus
Materi Iklan FINAL 2026

Jurnalekbis.com– Tim SAR gabungan menemukan korban terakhir musibah terseret arus di Pantai Batu Pampang, Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (18/10/2026) pagi. Korban berinisial MKR (19), asal Ponorogo, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia setelah lima hari pencarian.

Petugas menemukan jasad MKR pada pukul 07.05 WITA dalam kondisi mengambang di laut, sekitar dua mil laut atau nautical mile ke arah barat daya dari lokasi kejadian. Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi korban ke Puskesmas Lunyuk untuk penanganan lebih lanjut sebelum menyerahkannya kepada pihak keluarga.

Penemuan ini mengakhiri operasi pencarian terhadap empat wisatawan yang terseret arus di pantai tersebut. Seluruh korban dalam insiden pada Rabu (14/10/2026) itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Koordinator Pos SAR Sumbawa, Kurais, membenarkan penemuan korban terakhir sekaligus mengumumkan penutupan operasi pencarian.

“Pada pencarian hari kelima pukul 07.05 WITA, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban terakhir atas nama MKR dalam kondisi meninggal dunia, berjarak sekitar 2 nautical mile arah barat daya dari lokasi kejadian,” ujar Kurais.

Ia memastikan tim SAR menghentikan operasi setelah seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi.

Empat Wisatawan Terseret Arus

Peristiwa tragis tersebut bermula pada Rabu pagi, 14 Oktober 2026. Empat wisatawan berusia 19 tahun terseret arus ketika beraktivitas di kawasan Pantai Batu Pampang, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa.

Pada hari pertama pencarian, tim menemukan satu korban asal Sulawesi dalam kondisi meninggal dunia.

Pencarian berlanjut pada Kamis (15/10/2026). Pada sore hari, petugas menemukan dua korban lainnya, yakni MY (19), asal Tangerang, dan MZ (19), asal Palembang. Keduanya ditemukan meninggal dunia setelah terdampar di Pantai Kuang Dingin.

Sementara itu, MKR menjadi korban terakhir yang ditemukan. Tim SAR melanjutkan pencarian hingga hari kelima sebelum akhirnya menemukan jasad pemuda asal Ponorogo tersebut di perairan barat daya lokasi kejadian.

Dengan temuan terakhir ini, jumlah korban meninggal dunia dalam musibah terseret arus di Pantai Batu Pampang mencapai empat orang.

SAR Apresiasi Dukungan Berbagai Unsur

Kurais menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan masyarakat yang terlibat dalam pencarian selama lima hari. Menurutnya, koordinasi antartim menjadi bagian penting dalam upaya menemukan seluruh korban.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Polsek Alas, Polairud Polres Sumbawa, Pos AL Labupadi, serta seluruh masyarakat setempat yang telah bekerja keras dan berkoordinasi dengan sangat baik hingga seluruh korban berhasil ditemukan,” katanya.

Materi Iklan FINAL 2026

Operasi pencarian melibatkan unsur SAR gabungan bersama aparat keamanan dan masyarakat setempat. Setelah korban terakhir ditemukan, tim menyelesaikan proses evakuasi dan menutup operasi secara resmi.

Tragedi di Pantai Batu Pampang ini menjadi pengingat bagi wisatawan agar memperhatikan kondisi arus dan situasi perairan sebelum melakukan aktivitas di pantai. Kewaspadaan terhadap karakteristik perairan sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan, terutama ketika kondisi laut berbahaya.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR di Pantai Batu Pampang resmi berakhir pada Minggu pagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *