Dukung Program Prabowo, Muazzim Akbar dan BKKBN Perkuat Ketahanan Keluarga untuk Cegah Stunting di NTB

Anggota Komisi IX DPR RI, H.M. Muazzim Akbar, saat menyampaikan arahan dalam kegiatan Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana di Desa Sintung, Lombok Tengah, Kamis (22/10/2026).(Foto: Istimewa)
Materi Iklan FINAL 2026

JURNALEKBIS.com — LOMBOK TENGAH, Upaya mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan bebas stunting terus digalakkan hingga ke tingkat desa. Anggota Komisi IX DPR RI, H.M. Muazzim Akbar, S.IP., menegaskan bahwa penguatan program Keluarga Berencana (KB) dan pembangunan keluarga yang berkualitas merupakan kunci utama dalam mendukung agenda strategis nasional pemerintah.

Hal tersebut ditegaskan Muazzim saat menghadiri Kegiatan Fasilitasi Teknis Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Bersama Mitra Kerja yang berlangsung di GOR Bulutangkis Desa Sintung, Lombok Tengah, Kamis (22/10/2026).

Dalam arahannya, Muazzim menyampaikan bahwa esensi pembangunan keluarga tidak sekadar membatasi jumlah anak, melainkan bagaimana menciptakan lingkungan terbaik bagi tumbuh kembang generasi penerus.

“Pembangunan keluarga tidak hanya berkaitan dengan jumlah anggota keluarga, tetapi juga bagaimana keluarga mampu memberikan pengasuhan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan yang kondusif bagi anak. Ini menjadi fondasi penting untuk menurunkan angka stunting sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Muazzim.

Muazzim menambahkan bahwa sinergi lintas sektor antara DPR RI, BKKBN, pemerintah daerah, hingga tenaga pendamping di lapangan menjadi faktor krusial agar seluruh target sasaran Bangga Kencana dapat tercapai secara optimal.

Acara fasilitasi teknis ini juga menghadirkan Kepala DP3AP2KB Lombok Tengah, H. Kusriadi, S.KM., serta Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Dr. H. Lalu Makripuddin, M.Si., sebagai pemateri.

Dalam sesi pemaparannya, H. Kusriadi soroti peluang besar Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi. Menurutnya, potensi tersebut hanya bisa dipetik jika generasi muda disiapkan secara matang sejak dini.

“Generasi muda adalah penentu keberhasilan kita dalam memanfaatkan bonus demografi. Perhatian serius harus diberikan pada sektor pendidikan, kesehatan, keterampilan, karakter, hingga kesiapan mereka dalam membangun kehidupan berkeluarga,” ungkap Kusriadi.

Untuk mengawal seluruh tahapan kehidupan masyarakat, program Bangga Kencana memfokuskan intervensi pada lima sasaran utama:

1. Bina Keluarga Balita (BKB)
2. Bina Keluarga Remaja (BKR)
3. Bina Keluarga Lansia (BKL)
4. Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R)
5. Tim Pendamping Keluarga (TPK)

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr. H. Lalu Makripuddin, M.Si., menekankan pentingnya transformasi kependudukan dalam struktur pembangunan nasional. Pembangunan keluarga yang terencana secara langsung akan berdampak pada lahirnya SDM yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

Materi Iklan FINAL 2026

“Melalui penguatan program Bangga Kencana, kita ingin setiap keluarga di Lombok Tengah dan NTB pada umumnya menjadi lingkungan pertama dan utama dalam membentuk generasi yang sehat, berkarakter, serta siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat Desa Sintung dan sekitarnya semakin meningkat dalam merencanakan kehidupan berkeluarga demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan bebas stunting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *