News

Jemaah NTB Sehat dan Puas, Layanan Haji Tahun Ini Diapresiasi

×

Jemaah NTB Sehat dan Puas, Layanan Haji Tahun Ini Diapresiasi

Sebarkan artikel ini
Jemaah NTB Sehat dan Puas, Layanan Haji Tahun Ini Diapresiasi
Kunjungi Sosial Media Kami

Mataram, Jurnalekbis.com – Kabar menggembirakan datang dari Tanah Suci. Jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tergabung dalam kloter 1 hingga 12 gelombang pertama telah tiba dengan selamat di Mekkah setelah menjalani tahapan pendorongan dari Madinah. Kondisi mereka dilaporkan dalam keadaan baik, dengan pelayanan haji tahun ini mendapatkan apresiasi tinggi dari para jemaah.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) NTB, H. Zamroni Aziz, yang turut memantau langsung kondisi para jemaah di lapangan. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa secara umum jemaah asal NTB berada dalam keadaan sehat, mendapatkan pelayanan prima, dan menjalani ibadah haji dengan lancar.

“Alhamdulillah, jemaah haji kita dari NTB secara umum dalam kondisi baik. Semua yang tergabung dalam kloter 1 hingga kloter 12 gelombang pertama sudah sampai di Mekkah. Pendorongan dari Madinah ke Mekkah berjalan lancar,” kata Zamroni Aziz . Selasa (27/5)..

Ia menambahkan, pihaknya secara langsung turun ke lapangan dan bertemu dengan para ketua kloter dan jemaah. Dari pantauan langsung tersebut, seluruh jemaah menyatakan puas terhadap layanan yang mereka terima, mulai dari akomodasi, transportasi, kesehatan, hingga konsumsi.

“Kami temui langsung para jemaah dan ketua kloter. Alhamdulillah, semua menyampaikan bahwa layanan haji tahun ini bagus,” ujarnya.

Baca Juga :  Tiga Orang Pengunjung Cafe Positif Narkotika Saat Razia Operasi Bersinar BBNP

Zamroni juga menyoroti sistem layanan kesehatan yang diterapkan selama penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya, jemaah yang mengalami gangguan kesehatan ditangani dengan cepat dan sesuai prosedur. Bagi yang mengalami keluhan ringan, perawatan dilakukan di hotel oleh tim medis kloter. Jika kondisi memburuk, jemaah dirujuk ke layanan kesehatan sektor atau rumah sakit setempat.

“Sistem layanan kesehatan sangat terstruktur. Tidak ada jemaah yang tidak terlayani. Semua sudah diantisipasi. Pemerintah Arab Saudi sangat komitmen terhadap pelayanan kesehatan jemaah haji. Ini bagian dari MoU antara Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi,” jelasnya.

Zamroni juga menyebutkan adanya kebijakan Murur bagi jemaah yang sakit tetapi tetap harus mengikuti prosesi di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina). Mereka akan diangkut menggunakan ambulans ke lokasi ibadah dan kemudian kembali ke rumah sakit atau tempat perawatan.

Meskipun ada beberapa jemaah yang wafat di Tanah Suci, seluruh proses pemulasaraan dilakukan dengan penuh hormat dan sesuai syariat. Pelayanan terhadap jemaah yang meninggal disebut Zamroni sangat luar biasa.

“Semua jemaah yang wafat disalatkan di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Bayangkan, ratusan ribu jemaah ikut mensalatkan. Ini bentuk penghormatan yang luar biasa,” tuturnya.

Setelah disalatkan, jenazah diantar oleh petugas resmi pemerintah Arab Saudi dan diikuti oleh petugas kloter untuk memastikan pemakaman dilakukan dengan layak.

Baca Juga :  Jelang Perayaan Idul Adha Kapolsek Narmada Imbau Pedagang Sapi Pastikan Kesehatan Qurban

“Semua diurus tuntas, dari pemandian, salat jenazah, hingga pemakaman. Termasuk keterlibatan Sarikah dan pihak Arab Saudi sangat membantu,” kata Zamroni.

Terkait dengan kartu Nusuk, Zamroni memastikan bahwa hampir 99% jemaah NTB telah menerima kartu tersebut. Hanya beberapa kloter yang masih dalam proses penyelesaian, namun dipastikan semuanya akan rampung sebelum prosesi utama di Armuzna dimulai.

“Kartu Nusuk jadi syarat penting untuk mobilitas jemaah. Kami sudah koordinasi dengan sektor dan Sarikah. Insyaallah, semuanya selesai tepat waktu,” ujarnya.

Kartu Nusuk adalah identitas digital yang diperlukan untuk akses ke berbagai lokasi ibadah di Tanah Suci. Persoalan keterlambatan sempat menjadi perhatian, namun kini telah ditangani dengan koordinasi lintas lembaga.

Dalam pernyataannya, Zamroni juga menyampaikan bahwa segala kemungkinan telah diantisipasi, termasuk jika ada jemaah yang mengalami gangguan mental atau hilang ingatan. Jika ditemukan kasus seperti ini, jemaah akan segera dirujuk ke fasilitas kesehatan jiwa di Arab Saudi, dan ibadah haji mereka akan dibadalkan oleh pihak pemerintah.

“Kalau ada yang sakit jiwa atau hilang ingatan, pemerintah sudah siap. Mereka akan dibadalkan. Pemerintah tidak akan membiarkan ada jemaah yang ibadahnya tidak terlaksana,” ujarnya.

Baca Juga :  Nuryanti, Menjadi Entrepreneur Milenial Yang Tangguh Harus Memiliki Jiwa Berani

Langkah antisipatif ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi untuk memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan tenang dan khusyuk, meskipun dalam kondisi tidak sehat.

Zamroni menegaskan bahwa pelayanan haji tahun ini menunjukkan komitmen kuat dari pemerintah, baik Indonesia maupun Arab Saudi. Mulai dari keberangkatan, transit, hingga pelaksanaan ibadah, jemaah mendapatkan perhatian penuh. Tim dari PPIH Arab Saudi, sektor kesehatan, dan Sarikah bekerja sama memastikan tidak ada satu pun jemaah yang terabaikan.

“Tidak ada jemaah yang tidak dilayani. Semua sudah diantisipasi, dari yang sakit ringan sampai berat. Kita doakan semua sehat dan bisa menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik,” ujarnya.

Dengan kondisi jemaah yang sehat, layanan yang tertata, dan manajemen yang responsif, diharapkan pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina bisa berjalan lancar. Kepala Kanwil Kemenag NTB mengajak seluruh masyarakat NTB untuk terus mendoakan para jemaah agar diberikan kekuatan dan kelancaran dalam menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji.

“Mari kita doakan mereka. Semoga semua rangkaian ibadah bisa dijalani dengan lancar, dan para jemaah kita kembali ke tanah air dengan membawa predikat haji yang mabrur,” pungkas Zamroni Aziz.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *