Mataram, Jurnalekbis.com – Misteri kematian dua mahasiswa yang ditemukan di tepi Pantai Nipah, pemenang/">Kecamatan Pemenang, lombok-utara/">Kabupaten Lombok Utara, mulai terungkap. Polisi berhasil menangkap satu orang pelaku yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB Kombes Pol Syarif Hidayat membenarkan adanya penangkapan tersebut. Menurutnya, satu terduga pelaku kini telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Sudah ada salah satu yang diamankan. Silakan coba konfirmasi langsung ke Polres. Memang benar ada pemukulan dan penganiayaan di sana,” kata Syarif, Jumat (29/8/2025).
Syarif mengungkapkan, selain penganiayaan, terdapat indikasi adanya kekerasan seksual terhadap korban perempuan berinisial MVPN. Hal ini berdasarkan hasil visum yang menemukan adanya luka pada area vital korban.
“Ada kemungkinan tanda-tanda kekerasan seksual. Hasil visum menunjukkan ada luka robek di alat vitalnya. Namun, kita belum tahu apakah dilakukan oleh korban laki-laki atau pelaku yang diamankan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kemungkinan juga ditemukan tanda-tanda masuknya air di alat vital korban. Namun, hal itu masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab luka dan kondisi yang dialami korban.
Kasus ini bermula ketika warga sekitar menemukan dua mahasiswa, masing-masing berinisial RA (laki-laki) dan MVPN (perempuan), dalam kondisi tidak berdaya di pinggir Pantai Nipah. Kedua korban diketahui merupakan mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di Mataram.
RA ditemukan masih bernyawa meski dalam kondisi lemah, sementara MVPN sudah meninggal dunia saat pertama kali ditemukan. Keduanya kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Dari hasil pemeriksaan awal, terdapat sejumlah luka akibat kekerasan pada tubuh korban. Hal inilah yang kemudian memperkuat dugaan bahwa keduanya menjadi korban penganiayaan.
Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik penganiayaan yang berujung pada tewasnya MVPN. Penyidik juga masih mengumpulkan bukti tambahan, termasuk keterangan saksi dan hasil laboratorium forensik.
“Penyidikan masih berjalan. Semua kemungkinan akan kita dalami, termasuk apakah ada keterlibatan pihak lain selain pelaku yang sudah diamankan,” ujar Syarif.
Ia menegaskan, polisi berkomitmen mengusut tuntas kasus ini. Pihaknya juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi berlebihan sebelum hasil resmi penyidikan diumumkan.
Kasus tragis ini menyita perhatian masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa di Mataram. Mereka mendesak aparat kepolisian segera menuntaskan kasus ini secara transparan agar pelaku mendapatkan hukuman setimpal.
Sementara itu, keluarga korban berharap keadilan bisa ditegakkan. Mereka juga meminta proses hukum dilakukan dengan cepat agar tidak menambah luka mendalam atas kehilangan yang dialami.
