News

Hujan Deras Guyur Lombok Timur, Jembatan Apitaik–Tirtanadi Putus Total

×

Hujan Deras Guyur Lombok Timur, Jembatan Apitaik–Tirtanadi Putus Total

Sebarkan artikel ini
Hujan Deras Guyur Lombok Timur, Jembatan Apitaik–Tirtanadi Putus Total

Lombok Timur, Jurnalekbis.com– Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sebagian wilayah Pulau Lombok pada Kamis (18/9/2025) sore menyebabkan volume air sungai di Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur meluap. Akibatnya, jembatan penghubung antara Desa Apitaik dan Desa Tirtanadi terputus total.

Arus deras membuat badan jembatan tak lagi bisa dilalui kendaraan. Warga terpaksa menutup jalur tersebut menggunakan papan dan ranting kayu agar tidak ada pengendara yang memaksa melintas.

“Jembatan sudah tidak bisa dilewati. Pengendara terpaksa harus putar arah karena kondisi sangat berbahaya,” ujar salah seorang warga di lokasi.

Selain akses transportasi terputus, luapan air sungai juga berdampak pada sejumlah rumah penduduk di bantaran sungai. Bahkan tanggul penahan air ikut tergerus hingga menyebabkan kerusakan di beberapa titik.

Baca Juga :  Motor Vs Truck, Penumpang Sepeda Motor Tewas

Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur, Lalu Muliadi, mengatakan hujan deras memicu meluapnya aliran Sungai Kali Tangga Besar. Setidaknya dua desa terdampak langsung, yakni Desa Kembang Putih dan Desa Apitaik.

“Yang rusak sudah kami inventarisasi sejak tadi malam. Di Desa Kembang Putih ada beberapa tanggul di aliran sungai yang jebol. Selain itu, oprit di Desa Mamben Daya juga ikut hanyut di bagian hulu,” kata Muliadi, Jumat (19/9/2025).

Ia menambahkan, kondisi serupa juga terjadi di Jembatan Teko. Bagian oprit jembatan mulai tergerus air deras dan mengalami penurunan serius. BPBD menyebut beberapa infrastruktur lain di sekitar aliran sungai juga terancam rusak jika curah hujan tinggi masih berlanjut.

Baca Juga :  Bocah 8 Tahun Hilang di Sungai, Ditemukan Meninggal Setelah 4 Hari Pencarian

“Tindak lanjutnya, untuk beberapa lokasi kami sudah melakukan kajian dan asesmen. Pertolongan pertama fokus pada penyelamatan jiwa. Alhamdulillah sejauh ini tidak ada korban jiwa,” tegas Muliadi.

Dengan terputusnya jembatan Apitaik–Tirtanadi, mobilitas warga terganggu. Aktivitas ekonomi sehari-hari, seperti distribusi hasil pertanian dan perdagangan, kini harus dialihkan melalui jalur alternatif yang lebih jauh.

“Biasanya lewat jembatan itu cuma 5 menit ke pasar. Sekarang harus mutar hampir 30 menit. Jelas sangat menghambat,” keluh seorang pedagang sayur di Desa Apitaik.

BPBD bersama aparat desa setempat masih melakukan pemantauan di lokasi. Warga diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan deras masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga :  Kru Kapal Tewas Tersengat Listrik di Jalur Bali–Gili

Selain asesmen kerusakan, BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas PUPR Lombok Timur untuk menyiapkan langkah darurat terkait perbaikan tanggul dan akses jembatan. Namun, hingga kini belum ada kepastian kapan perbaikan dapat dilakukan mengingat debit air sungai masih tinggi.

“Kami prioritaskan dulu penanganan darurat. Kalau debit air sudah turun, baru bisa dilakukan perbaikan permanen,” ujar Muliadi.

Hujan deras yang mengguyur Lombok Timur ini menambah daftar daerah rawan bencana banjir bandang di NTB. Pemerintah daerah meminta masyarakat di bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat malam hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *