Ekonomi

Program Makan Bergizi Gratis di Lombok Tengah Serap 4.700 Tenaga Kerja

×

Program Makan Bergizi Gratis di Lombok Tengah Serap 4.700 Tenaga Kerja

Sebarkan artikel ini
Program Makan Bergizi Gratis di Lombok Tengah Serap 4.700 Tenaga Kerja

Lombok Tengah, Jurnalekbis.com– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lombok Tengah tak hanya berdampak pada peningkatan asupan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan efek ekonomi berlapis. Hingga November 2025, tercatat ada 94 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif beroperasi dengan melibatkan ribuan tenaga kerja lokal.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Republik Indonesia (BGN RI) Kabupaten Lombok Tengah, Muhammad Ihsan, menyampaikan hal itu saat melakukan koordinasi langsung dengan Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P., M.A.P. di Kantor Bupati Lombok Tengah, Rabu (10/11/2025). Pertemuan tersebut membahas perkembangan dan capaian SPPG dalam pelaksanaan Program MBG yang kini menjadi salah satu program unggulan nasional di bidang kesehatan dan ketahanan pangan masyarakat.

Menurut data terbaru, sebanyak 270.381 warga Lombok Tengah telah menjadi penerima manfaat MBG. Mereka terdiri dari peserta didik dan non-peserta didik, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Jumlah penerima manfaat ini terus bertambah seiring dengan meluasnya jangkauan program hingga ke desa-desa pelosok.

Baca Juga :  Disnakertrans Ajak Para Pelaku UMKM Terus Tingkatkan Mutu & Tenerapkan Torma K3

Tak hanya soal gizi, Program MBG juga menciptakan peluang kerja baru. Dari 94 dapur SPPG yang beroperasi, setidaknya telah menyerap 4.000 hingga 4.700 tenaga kerja. Setiap dapur rata-rata melibatkan sekitar 50 orang pekerja, mulai dari juru masak, pengantar makanan, hingga pengelola bahan pangan.

“Program ini tidak hanya soal gizi, tapi juga pemberdayaan ekonomi lokal. Kami bersyukur karena Pemkab Lombok Tengah melalui Bapak Bupati selalu memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan SPPG di berbagai kecamatan,” ujar Muhammad Ihsan.

Ihsan menegaskan, kemajuan SPPG di Lombok Tengah tak lepas dari sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga pelaku usaha lokal. Kolaborasi itu dinilai menjadi kunci keberhasilan program yang kini telah berjalan efektif di berbagai wilayah NTB.

Baca Juga :  Harga LPG 3 Kg di Dompu Tembus Rp30 Ribu

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, memberikan apresiasi atas capaian yang telah diraih BGN RI bersama seluruh pelaksana program di lapangan. Ia menilai MBG bukan hanya menjadi solusi peningkatan gizi anak dan keluarga, tetapi juga penggerak ekonomi rakyat di tingkat desa.

“Program ini bukan hanya meningkatkan asupan gizi anak dan keluarga, tapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. Banyak warga yang terlibat sebagai pekerja dan penyuplai bahan baku. Ini bukti nyata bahwa program gizi juga bisa menjadi penggerak ekonomi rakyat,” ujar Pathul Bahri, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi NTB.

Ia menambahkan, Pemkab Lombok Tengah berkomitmen menjaga keberlanjutan program ini melalui dukungan anggaran daerah dan penguatan sinergi antarinstansi. Pemerintah juga akan memastikan kualitas bahan makanan dan pengawasan distribusi agar manfaat MBG benar-benar dirasakan masyarakat di seluruh kecamatan.

Baca Juga :  Melihat Eduwisata Farming Sebelah Jalur Sutt PLN Di Kecamatan Batulayar

Dengan capaian yang signifikan tersebut, koordinasi antara Korwil BGN RI Lombok Tengah dan Pemerintah Daerah diharapkan terus berlanjut. Tujuannya, memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan optimal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam menekan angka kekurangan gizi serta memperkuat ekonomi lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *