Lombok Barat, Jurnalekbis.com – Seorang pemuda asal Dusun Sedayu Selatan, Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, harus mendapatkan pertolongan petugas pemadam kebakaran setelah cincin alpaka yang ia kenakan tersangkut di jari manis tangan kanannya. Insiden itu terjadi pada Senin (17/11/2025) malam sekitar pukul 23.11 WITA dan membuat korban, Ahmad Parhan (20), terpaksa mendatangi kantor Damkar untuk meminta bantuan langsung.
Menurut laporan Regu 2 Mabes Damkar Lombok Barat, Parhan datang dalam kondisi panik karena jarinya mulai membengkak sehingga cincin dengan berat sekitar 2 gram itu tidak bisa dilepas secara manual. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan sirkulasi darah terhambat jika tidak segera ditangani.
Petugas Damkar yang menerima laporan langsung melakukan pemeriksaan awal untuk memastikan tingkat pembengkakan serta risiko lain yang bisa terjadi jika logam alpaka tersebut terus menekan jaringan kulit. Tanpa tindakan cepat, jari korban bisa mengalami luka serius atau harus ditangani secara medis lanjutan.
Upaya pelepasan cincin dimulai beberapa menit setelah korban tiba. Petugas menggunakan metode pemotongan menggunakan gerinda mini—prosedur standar yang biasa digunakan untuk penanganan cincin logam keras yang tidak dapat dicabut secara konvensional. Agar panas dari mesin gerinda tidak melukai kulit korban, petugas menyelipkan stik es krim sebagai pelindung antara cincin dan kulit. Selain itu, mereka terus menyiramkan air pada area tersebut untuk meredam panas yang timbul dari gesekan mata gerinda.

Proses evakuasi yang membutuhkan ketelitian tinggi itu akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 23.30 WITA, cincin berhasil dipotong dan dilepas sepenuhnya tanpa menimbulkan cedera tambahan pada jari pemuda tersebut. Petugas memastikan kondisi korban stabil sebelum mengakhiri operasi malam itu.
Penanganan semacam ini bukan pertama kali dilakukan Damkar Lombok Barat. Selain menangani kebakaran, satuan pemadam daerah memang kerap menerima permintaan bantuan masyarakat untuk evakuasi non-kebakaran, seperti pelepasan cincin yang macet, penyelamatan hewan, hingga penanganan kondisi darurat rumah tangga lainnya. Kasus cincin yang menyangkut sendiri cukup sering terjadi akibat pembengkakan mendadak, alergi logam, atau ukuran cincin yang tidak sesuai dengan kondisi jari.
Petugas menghimbau masyarakat agar tidak memaksakan melepas cincin ketika jari sudah mengalami pembengkakan karena hal itu dapat memperparah kondisi. Sebagai langkah awal, warga bisa mencoba merendam tangan dengan air dingin atau mengoleskan pelumas agar cincin bisa digerakkan. Namun, jika tidak berhasil, mereka diminta segera meminta bantuan petugas yang memiliki peralatan dan keahlian untuk menangani situasi berisiko tersebut.
Dengan berakhirnya operasi tepat sebelum tengah malam, Regu 2 Mabes Damkar Lobar menegaskan komitmennya untuk tetap siaga melayani masyarakat dalam berbagai situasi darurat, baik yang berkaitan dengan kebakaran maupun non-kebakaran. Pemuda yang cincinnya berhasil dilepas itu pun akhirnya dapat kembali ke rumah setelah mendapatkan penanganan aman dan profesional dari para petugas.













