Kota Bima, Jurnalekbis.com – Operasi pencarian terhadap Abdul Wahab (70), warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima, kembali dilanjutkan pada Kamis (20/11/2025). Memasuki hari kedua, tim gabungan SAR masih berupaya keras menemukan korban yang dilaporkan hanyut terseret arus banjir di aliran sungai setempat.
Upaya pencarian dipimpin langsung Pos SAR Bima di bawah Kantor SAR Mataram. Sejak pagi, tim melakukan penyisiran intensif menyusuri aliran sungai dari titik awal kejadian hingga ke area yang berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus. Kondisi medan yang dipenuhi material kiriman banjir dan derasnya arus air menjadi tantangan utama tim di lapangan.
Koordinator Pos SAR Bima, M. Darwis, menjelaskan bahwa pencarian hari kedua ini difokuskan pada dua metode utama, yakni penyisiran permukaan sungai dan pemantauan dari udara menggunakan drone. “Hari ini kami masih fokus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dan area sekitar titik korban dilaporkan hanyut. Kondisi kemarin cukup sulit, tetapi tim tetap bergerak maksimal,” ujar Darwis.
Peristiwa naas yang menimpa Abdul Wahab terjadi pada Rabu (19/11) sekitar pukul 16.00 WITA. Saat itu, debit air sungai di Kelurahan Kumbe tiba-tiba meningkat drastis setelah hujan mengguyur wilayah tersebut. Korban yang saat itu berada di tepi sungai diduga tidak sempat mengantisipasi naiknya air.
“Korban dilaporkan terseret arus setelah tiba-tiba debit air meningkat dan berubah menjadi banjir deras saat korban buang air kecil di tepi sungai,” terang Darwis.
Laporan mengenai hilangnya korban disampaikan BPBD Kota Bima kepada Kantor SAR Mataram beberapa saat setelah warga sekitar melakukan pencarian mandiri namun tidak berhasil menemukan tanda keberadaan korban. Setelah menerima laporan resmi, Pos SAR Bima langsung mengerahkan Tim Rescue menggunakan Truk Personel menuju lokasi.

Tim SAR membawa sejumlah peralatan untuk mendukung pencarian korban di air, di antaranya perahu karet, aqua eye (alat pendeteksi bawah air), drone thermal, perangkat komunikasi, peralatan medis, hingga perlengkapan pendukung lainnya. Peralatan tersebut digunakan untuk memaksimalkan deteksi visual dan termal pada area yang sulit dijangkau secara manual.
Operasi pencarian melibatkan sinergi dari berbagai unsur, mulai dari Pos SAR Bima, Kodim 1608/Bima, Polairud Polres Bima Kota, TSBK Kota Bima, BPBD Kota Bima, Tagana, hingga masyarakat sekitar. Partisipasi masyarakat sangat membantu terutama dalam memberikan informasi terkait karakteristik aliran sungai dan lokasi-lokasi rawan yang menjadi prioritas pencarian.
Hingga sore hari, tim masih belum menemukan keberadaan Abdul Wahab. Kendati demikian, pencarian akan terus dilanjutkan sesuai SOP SAR hingga ada titik terang. Kondisi cuaca dan intensitas arus sungai yang fluktuatif menjadi perhatian utama tim gabungan, mengingat potensi risiko yang muncul selama operasi berlangsung.
Operasi SAR diperkirakan akan berlanjut pada hari berikutnya bila hasil pencarian hari ini belum membuahkan hasil. Pihak SAR mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan segera melaporkan jika melihat tanda-tanda keberadaan korban di sekitar aliran sungai.
Pencarian terhadap Abdul Wahab masih menjadi perhatian warga Kota Bima yang berharap korban segera ditemukan, baik dalam kondisi selamat maupun tidak. Tim gabungan memastikan operasi akan terus dilakukan secara maksimal demi memberikan kepastian bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.













