News

Lansia Hilang Terseret Banjir di Bima Ditemukan Tewas Mengambang di Perairan Sai

×

Lansia Hilang Terseret Banjir di Bima Ditemukan Tewas Mengambang di Perairan Sai

Sebarkan artikel ini
Lansia Hilang Terseret Banjir di Bima Ditemukan Tewas Mengambang di Perairan Sai

Bima, Jurnalekbis.com – Pencarian Abdul Wahab (70), warga Kelurahan Kumbe, Kota Bima, yang hilang terseret banjir sungai sejak dua hari lalu, akhirnya menemukan titik akhir. Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di perairan Sai, Desa Sai, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, pada Jumat (21/11/2025) sekitar pukul 09.00 WITA. Temuan ini sekaligus menutup operasi pencarian yang berlangsung intensif sejak Rabu malam.

Korban ditemukan pertama kali oleh seorang nelayan yang melihat tubuh mengambang sekitar 300 meter dari dermaga Sai. Informasi tersebut langsung diteruskan kepada tim SAR gabungan yang kemudian bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi. Setelah dievakuasi, jenazah dibawa menuju Pantai Lawata sebelum diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka untuk proses pemakaman.

“Hari ini Jumat, 21 November 2025, korban ditemukan sekitar pukul 9 pagi di perairan Sai, Desa Sai, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Humas Kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wiswananda. Ia menyebutkan bahwa lokasi penemuan cukup jauh dari titik awal tempat korban dilaporkan terseret banjir. “Korban ditemukan mengambang oleh nelayan sekitar 300 meter dari dermaga Sai,” tambahnya.

Baca Juga :  WNA Spanyol Hilang Misterius di Senggigi, Polres Lobar Gelar Pencarian Intensif

Lanang memastikan seluruh proses evakuasi berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Setelah dipindahkan ke Pantai Lawata, jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama memasuki musim hujan yang kerap memicu kenaikan debit sungai secara tiba-tiba. “Kami mengimbau warga untuk tidak beraktivitas terlalu dekat dengan aliran sungai ketika curah hujan tinggi. Kenaikan debit air bisa terjadi dalam hitungan menit,” tegasnya.

Operasi pencarian terhadap Abdul Wahab melibatkan unsur gabungan lintas lembaga. Selain Pos SAR Bima, operasi juga didukung Kodim 1608 Kota Bima, TNI AL Kota Bima, Polairud Polres Bima Kota, Polairud Polres Bima, Damkar Kota Bima, TSBK Kota Bima, BPBD Kota Bima, Tagana, serta masyarakat setempat. Selama dua hari pencarian, tim harus bekerja di tengah cuaca yang tidak menentu serta kondisi sungai yang deras akibat hujan yang mengguyur wilayah tersebut.

Baca Juga :  Mahfud Md Bakal Kampanye di NTB Selama Dua Hari, Ini Agendanya

Peristiwa bermula pada Rabu (19/11/2025) sore ketika Kantor SAR Mataram menerima laporan mengenai hilangnya Abdul Wahab. Korban dilaporkan terseret arus sungai yang mendadak meluap saat ia berada di pinggir sungai untuk buang air kecil. Debit air yang meningkat drastis berubah menjadi arus deras dan menyeret tubuh korban sebelum warga sekitar sempat memberikan pertolongan.

Upaya pencarian sempat dilakukan warga secara mandiri, namun derasnya arus dan luasnya area aliran menyulitkan proses pencarian. Setelah tidak membuahkan hasil, laporan resmi kemudian diteruskan ke BPBD dan SAR untuk dilakukan operasi pencarian secara terkoordinasi.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai. Meski demikian, BPBD Kota Bima dan SAR kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan bantaran sungai. Cuaca ekstrem belakangan ini dinilai berpotensi memicu banjir bandang maupun luapan sungai sewaktu-waktu.

Baca Juga :  QRIS Dorong Perkembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di NTB

Peristiwa tragis yang menimpa Abdul Wahab menjadi peringatan bagi warga agar tidak meremehkan potensi bahaya banjir mendadak, apalagi di wilayah yang kerap dilanda hujan dengan intensitas tinggi. Masyarakat diimbau terus memantau kondisi cuaca dan menghindari aktivitas di area sungai saat hujan deras.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *