Mataram, Jurnalekbis.com – Komite Pemilihan Ketua PSSI Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menutup masa pendaftaran bakal calon Ketua PSSI NTB periode 2025–2029 pada Sabtu (29/11). Pada hari terakhir pendaftaran, dua nama dipastikan telah menyerahkan seluruh dokumen persyaratan, yakni Baihaqi dan Ali Usman Ahim, yang kini menunggu proses verifikasi administrasi oleh Komite Pemilihan.
Ketua Komite Pemilihan, Kurniawan, menyebut proses pendaftaran berjalan tertib tanpa kendala. Menurutnya, seluruh dokumen yang masuk pada hari terakhir diterima dalam kondisi lengkap sesuai ketentuan Statuta PSSI.
“Kami menerima dua berkas bakal calon pada hari terakhir pendaftaran. Seluruh proses administrasi berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Meski demikian, Komite Pemilihan menegaskan bahwa penerimaan berkas bukan berarti kedua bakal calon otomatis lolos administrasi. Sekretaris Komite Pemilihan, Febriyan Anindita, menekankan bahwa setiap dokumen yang diserahkan masih harus melalui tahap verifikasi formal.
“Tanda terima bukan bukti kelulusan administrasi. Komite Pemilihan akan melakukan verifikasi kelengkapan dan keabsahan dokumen pada tahapan berikutnya,” jelas Febriyan.
Berdasarkan dokumen tanda terima, baik Baihaqi maupun Ali Usman Ahim telah menyerahkan seluruh persyaratan wajib, meliputi formulir A1–A2, curriculum vitae, pas foto terbaru, fotokopi KTP elektronik, SKCK asli, surat keterangan pengadilan, surat dukungan klub/Askab/Askot, serta bukti pembayaran komitmen pendaftaran.
Kelengkapan dokumen tersebut menjadi tahap awal sebelum keduanya masuk ke fase penilaian administrasi secara detail.
Tahapan Resmi Selanjutnya
Setelah pendaftaran ditutup, Komite Pemilihan akan melanjutkan rangkaian proses sesuai agenda resmi yang telah dipublikasikan. Tahap pertama adalah verifikasi administrasi yang berlangsung pada 30 November–2 Desember 2025. Pada fase ini, setiap berkas bakal calon akan diuji kelengkapannya, termasuk keabsahan SKCK, validitas surat dukungan, dan kelayakan dokumen lainnya.
Tanggal 3 Desember 2025, Komite Pemilihan akan menyampaikan hasil pemeriksaan awal berupa pemberitahuan kekurangan berkas, jika ada. Dua hari berikutnya, 4–5 Desember 2025, menjadi kesempatan bagi bakal calon untuk memperbaiki dan melengkapi dokumen yang belum memenuhi syarat.
Setelah itu, pada 6 Desember 2025, Komite Pemilihan akan merilis Daftar Calon Sementara (DCS). Tahap ini kemudian dilanjutkan dengan masa banding pada 7–12 Desember 2025, bagi bakal calon yang ingin mengajukan keberatan.
Pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) dijadwalkan pada 14 Desember 2025, berbarengan dengan penyampaian agenda kongres kepada para voter dari klub, Askab, maupun Askot. Memasuki tanggal 15–20 Desember 2025, proses akan memasuki masa tenang dan persiapan teknis.
Puncak rangkaian proses ini jatuh pada 21 Desember 2025, yakni Kongres Pemilihan Ketua PSSI NTB, tempat para voter menentukan sosok yang akan memimpin PSSI NTB selama empat tahun ke depan. Sehari setelahnya, 22 Desember 2025, hasil kongres akan dilaporkan secara resmi kepada PSSI Pusat.
Komite Pemilihan menegaskan bahwa seluruh tahapan dilakukan secara transparan, independen, dan berpegang pada Statuta PSSI, termasuk soal mekanisme verifikasi, keberatan, hingga penyelenggaraan kongres. Mekanisme ini diharapkan dapat menghasilkan pemimpin baru yang berintegritas dan mampu membawa organisasi sepak bola NTB semakin kompetitif.
Dengan dua bakal calon yang resmi mendaftar, pemilihan Ketua PSSI NTB diprediksi berjalan kompetitif, terutama di tengah harapan publik agar organisasi sepak bola daerah semakin profesional dan mampu bersaing di kancah nasional.












