Nusantara

Angin Kencang Terjang Dompu, Rumah Rusak dan Ternak Mati di Kilo

×

Angin Kencang Terjang Dompu, Rumah Rusak dan Ternak Mati di Kilo

Sebarkan artikel ini
Angin Kencang Terjang Dompu, Rumah Rusak dan Ternak Mati di Kilo

Dompu, Jurnalekbis.com – Bencana cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan lebat dan petir melanda wilayah Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (13/1/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.30 WITA tersebut menyebabkan kerusakan rumah warga, lapak usaha, kendaraan, hingga menewaskan hewan ternak.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Sadimin, mengatakan bencana terjadi secara tiba-tiba saat aktivitas warga tengah berlangsung. Angin kencang yang disertai hujan dan petir menghantam wilayah Kecamatan Kilo dan sekitarnya, dengan dampak terparah tercatat di Desa Lasi.

“Cuaca ekstrem terjadi sekitar pukul 10.30 WITA. Angin kencang disertai hujan dan petir menyebabkan sejumlah kerusakan pada rumah warga, lapak usaha, kendaraan, serta hewan ternak,” ujar Sadimin dalam keterangannya.

Baca Juga :  Menghadapi Pemilu Serentak 2024, Polres Lombok Utara Gelar Simulasi Sispamkota

Berdasarkan data sementara BPBD, satu unit rumah warga di Dusun Nambosolo mengalami kerusakan ringan. Rumah tersebut diketahui milik Anggraini. Selain itu, satu unit lapak usaha milik Fitri Mairos di Dusun Nangatoi 2 dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat terjangan angin.

Tak hanya bangunan, cuaca ekstrem ini juga berdampak pada sektor peternakan dan transportasi warga. Dua ekor kambing milik Suhardin Musa, warga Dusun Nambosolo, ditemukan mati setelah tertimpa material akibat angin kencang. Sementara itu, satu unit sepeda motor milik Kamiruddin, juga warga Dusun Nambosolo, mengalami kerusakan berat.

Sadimin menegaskan, begitu menerima laporan kejadian, BPBD Provinsi NTB langsung melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Dompu serta unsur terkait lainnya. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Dompu diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan dampak bencana.

Baca Juga :  Satgas Pangan NTB, Bapanas, & Kementan RI Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Lebaran

“Tim di lapangan sudah melakukan asesmen, memastikan kondisi warga, serta menginventarisir kerusakan yang terjadi. Seluruh proses pelaporan dan diseminasi informasi juga telah dilakukan,” jelasnya.

Dalam penanganan bencana ini, BPBD Kabupaten Dompu didukung oleh personel TNI, Polri, serta aparat desa dan kecamatan setempat. Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk memastikan situasi cepat terkendali dan tidak menimbulkan dampak lanjutan.

BPBD mencatat, kebutuhan mendesak di lokasi terdampak saat ini adalah terpal untuk penutupan sementara atap rumah warga yang rusak, serta perbaikan bangunan yang terdampak cuaca ekstrem. Meski demikian, Sadimin menyebut kondisi di lapangan saat ini sudah mulai kondusif dan tidak ada laporan korban jiwa.

Baca Juga :  BI Dorong Desa Wisata NTB Kelola Sampah dan Tingkatkan Standar Hunian

Seiring dengan kejadian tersebut, BPBD NTB kembali mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Menurut Sadimin, wilayah NTB saat ini telah memasuki musim hujan, bahkan sebagian daerah berada pada periode puncak musim hujan.

“Masyarakat tetap harus waspada terhadap potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang bisa terjadi secara tiba-tiba. Kami juga mengimbau warga memperhatikan kebersihan lingkungan dan debit aliran air untuk mengurangi risiko bencana,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *