NewsNusantara

Aksi Sigap Polairud Polda NTB Evakuasi Korban Patah Tulang di Gili Trawangan

×

Aksi Sigap Polairud Polda NTB Evakuasi Korban Patah Tulang di Gili Trawangan

Sebarkan artikel ini
Aksi Sigap Polairud Polda NTB Evakuasi Korban Patah Tulang di Gili Trawangan

Lombok Utara, Jurnalekbis.com — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) kembali menunjukkan peran cepatnya dalam situasi darurat di wilayah perairan. Personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda NTB mengevakuasi seorang warga yang mengalami patah tulang kaki akibat terpeleset di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Kamis (15/1/2026).

Korban diketahui bernama Buldani (35), warga Dusun Teluk Kombal. Ia mengalami kecelakaan setelah terpeleset di jalan yang licin. Mengetahui kejadian tersebut, personel Ditpolairud Polda NTB yang bertugas di Kapal Polisi XXI-2015 langsung bergerak bersama masyarakat setempat untuk memberikan pertolongan.

Evakuasi dilakukan menggunakan speed boat milik warga menuju Teluk Nare untuk mendapatkan penanganan medis awal. Proses pemindahan korban berlangsung cepat, aman, dan mendapat pendampingan langsung dari personel kepolisian serta masyarakat.

Direktur Polisi Perairan dan Udara Polda NTB, Kombes Pol Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa setiap personel Polairud wajib mengedepankan prinsip melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas, baik di wilayah perairan maupun pesisir.

Baca Juga :  Gerakan Gotong Royong Bhakti Stunting di Lombok Timur, Ini Penekanan Wagub Umi Rohmi Bagi Kader Posyandu

Arahan tersebut, kata Boyke, bukan sekadar pedoman normatif, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan, terutama saat masyarakat membutuhkan pertolongan cepat.

“Kehadiran Polri di tengah masyarakat harus dirasakan langsung manfaatnya, terutama pada kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat dan tepat,” ujar Boyke.

Ia menegaskan bahwa wilayah perairan dan pulau-pulau wisata seperti Gili Trawangan memiliki karakteristik risiko tersendiri, sehingga kesiapsiagaan personel Polairud menjadi kunci dalam menjaga keselamatan warga maupun wisatawan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi ketika korban melintas di salah satu jalur di Gili Trawangan yang licin akibat kondisi lingkungan. Korban terpeleset dan terjatuh hingga mengalami patah tulang pada bagian kaki, sehingga tidak mampu berjalan sendiri.

Warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkannya kepada personel Ditpolairud Polda NTB yang tengah melaksanakan tugas patroli perairan di sekitar kawasan Gili.

Tanpa menunggu lama, personel Kapal Polisi XXI-2015 langsung merapat dan berkoordinasi dengan masyarakat untuk mengevakuasi korban. Mengingat keterbatasan akses darat dan kebutuhan penanganan cepat, evakuasi dilakukan melalui jalur laut menggunakan speed boat warga.

Baca Juga :  Tegas, Ruslan Turmuzi Ingatkan Pj Gubernur NTB Agar Bekerja Terukur dan Selalu Berpatokan Pada Aturan

Korban kemudian dibawa menuju Teluk Nare untuk mendapatkan penanganan awal sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan sesuai kebutuhan medis.

Proses evakuasi berjalan lancar berkat kerja sama yang solid antara personel Ditpolairud Polda NTB dan masyarakat setempat. Warga turut membantu mulai dari proses pengangkutan korban hingga penyediaan sarana transportasi laut.

Menurut pihak kepolisian, sinergi ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara aparat dan masyarakat dapat mempercepat penanganan situasi darurat, khususnya di wilayah kepulauan.

“Respons cepat tidak bisa berdiri sendiri. Dukungan masyarakat sangat menentukan kelancaran evakuasi, terutama di wilayah perairan,” ujar salah satu personel Ditpolairud di lokasi.

Dirpolairud Polda NTB menegaskan bahwa peristiwa ini mencerminkan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang responsif dan humanis, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam aspek kemanusiaan.

Wilayah NTB yang memiliki garis pantai panjang serta banyak destinasi wisata bahari menuntut kehadiran Polri yang adaptif terhadap berbagai potensi risiko, mulai dari kecelakaan laut hingga insiden di kawasan pesisir.

Baca Juga :  Lombok FC Saring 23 Pemain untuk Berlaga di Liga 3 NTB 2023

Boyke menilai, kecepatan personel dalam merespons kejadian di Gili Trawangan diharapkan dapat meningkatkan rasa aman dan kepercayaan publik terhadap Polri, khususnya satuan Polairud.

Seluruh rangkaian evakuasi korban dilaporkan berlangsung aman, tertib, dan terkendali. Tidak ada hambatan berarti selama proses pemindahan korban dari lokasi kejadian hingga ke Teluk Nare.

Polda NTB memastikan bahwa personel Ditpolairud akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan patroli di wilayah perairan, terutama di kawasan wisata yang memiliki mobilitas masyarakat tinggi.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap berhati-hati, khususnya saat beraktivitas di jalur-jalur yang rawan licin atau berisiko, serta segera melaporkan kepada petugas apabila terjadi situasi darurat.

Dengan langkah cepat tersebut, Polairud Polda NTB kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam pelayanan dan keselamatan masyarakat di wilayah perairan Nusa Tenggara Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *