Gaya Hidup

Bangun Lebih Fokus: 7 Rutinitas Pagi yang Direkomendasikan Psikolog

×

Bangun Lebih Fokus: 7 Rutinitas Pagi yang Direkomendasikan Psikolog

Sebarkan artikel ini
Bangun Lebih Fokus: 7 Rutinitas Pagi yang Direkomendasikan Psikolog

Jakarta, Jurnalekbis.com – Banyak orang mengira produktivitas ditentukan oleh jam kerja yang panjang atau multitasking tanpa henti. Namun berbagai riset justru menunjukkan bahwa satu hingga dua jam pertama setelah bangun tidur memiliki pengaruh paling besar terhadap fokus, emosi, dan kualitas kerja sepanjang hari.

Psikolog dan pakar kesehatan mental menilai, kebiasaan pagi yang konsisten mampu menekan stres, meningkatkan konsentrasi, serta membantu seseorang menghadapi tekanan hidup modern dengan lebih tenang. Kebiasaan ini tidak selalu rumit, bahkan sebagian terlihat sederhana, namun dampaknya bersifat jangka panjang.

Berikut tujuh kebiasaan pagi yang secara ilmiah terbukti membantu membuat hari lebih produktif sekaligus lebih tenang.

Bangun di Jam yang Sama Setiap Hari

Bangun di waktu yang konsisten membantu tubuh menjaga ritme biologis atau sirkadian. Menurut National Sleep Foundation, pola bangun yang teratur berhubungan langsung dengan peningkatan kualitas tidur, kestabilan emosi, dan daya ingat.

Penelitian dalam jurnal Sleep Health mencatat, orang yang bangun di jam yang sama, termasuk akhir pekan, memiliki tingkat stres lebih rendah dibanding mereka yang jadwal tidurnya berubah-ubah.

Baca Juga :  Ritual Daus Gong: Menyelami Warisan Budaya Sasak di Desa Wisata Bonjeruk

Psikolog klinis Dr. Ratna Ayu Prameswari menjelaskan, perubahan jam bangun membuat tubuh seolah mengalami “jet lag sosial” setiap hari.

Tidak Langsung Mengecek Ponsel

Kebiasaan membuka ponsel begitu membuka mata dinilai sebagai salah satu pemicu stres terbesar di pagi hari. Notifikasi, email pekerjaan, dan arus berita negatif membuat otak langsung masuk ke mode siaga.

Riset dari University of British Columbia menunjukkan bahwa individu yang membatasi akses email dan media sosial di pagi hari mengalami penurunan kecemasan dan peningkatan fokus kerja.

“Pagi hari idealnya digunakan untuk mengatur diri sendiri, bukan merespons tuntutan eksternal,” kata pakar manajemen waktu Laura Vanderkam.

Merapikan Tempat Tidur

Meski terdengar sepele, merapikan tempat tidur memberi efek psikologis berupa rasa kontrol dan pencapaian awal. Kebiasaan ini kerap disebut sebagai small win pertama dalam sehari.

Dalam buku Make Your Bed, mantan Laksamana Angkatan Laut AS William H. McRaven menyebut, tugas kecil yang diselesaikan di pagi hari dapat membangun disiplin dan kepercayaan diri untuk menghadapi tugas yang lebih besar.

Baca Juga :  Sehat Lahir Batin dengan Puasa: Ini Manfaatnya!

Minum Air Putih Setelah Bangun

Tubuh kehilangan cairan selama tidur. Kekurangan cairan ringan di pagi hari dapat menyebabkan kelelahan, sakit kepala, dan menurunnya konsentrasi.

Studi dari European Journal of Nutrition menyebut, dehidrasi ringan sudah cukup untuk menurunkan performa kognitif dan suasana hati. Karena itu, para ahli menyarankan minum satu hingga dua gelas air putih sebelum melakukan aktivitas lain.

Melakukan Gerakan atau Olahraga Ringan

Tidak harus olahraga berat. Peregangan, jalan santai, atau yoga ringan selama 5–15 menit sudah cukup membantu meningkatkan aliran darah dan hormon endorfin.

Menurut American Psychological Association, aktivitas fisik ringan di pagi hari berhubungan dengan penurunan hormon kortisol penyebab stres dan peningkatan suasana hati.

“Gerakan sederhana membantu tubuh dan pikiran bangun secara bersamaan,” jelas Ratna.

Menentukan Tiga Prioritas Utama

Alih-alih membuat daftar panjang yang memicu tekanan, para ahli menyarankan menentukan tiga tugas utama yang paling penting hari itu. Metode ini dikenal sebagai Rule of Three.

Laporan Harvard Business Review menyebut, fokus pada sedikit prioritas utama meningkatkan peluang penyelesaian tugas dan mengurangi kelelahan mental akibat multitasking.

Baca Juga :  Ini Cara IWAPI NTB Siasati Mahalnya Harga Komoditas di Pasar

“Kejelasan tujuan jauh lebih penting daripada sekadar sibuk,” tulis HBR.

Meluangkan Waktu Tenang untuk Diri Sendiri

Beberapa menit untuk berdoa, meditasi, membaca, atau sekadar duduk tenang terbukti membantu menyiapkan mental sebelum menghadapi tekanan sosial dan pekerjaan.

Penelitian dari Mindfulness Journal menunjukkan bahwa praktik mindfulness singkat di pagi hari mampu menurunkan kecemasan dan meningkatkan ketahanan emosional.

“Ketenangan tidak datang dari waktu luang yang panjang, tapi dari kebiasaan kecil yang konsisten,” ujar Ratna.

Produktif Tanpa Harus Terburu-buru

Para ahli menegaskan, kebiasaan pagi tidak perlu dilakukan sekaligus. Memulai dari satu atau dua rutinitas yang paling mudah diterapkan sudah cukup memberikan dampak positif.

Produktivitas, menurut mereka, bukan tentang bekerja lebih keras, melainkan bekerja dengan kondisi mental yang lebih stabil dan terarah.

Di tengah ritme hidup yang semakin cepat, pagi hari menjadi ruang penting untuk menata ulang diri—agar hari berjalan bukan hanya lebih produktif, tetapi juga lebih tenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *