Nusantara

Gempa Magnitudo 2,8 Guncang Lombok Timur Siang Ini, BMKG Pastikan Aman

×

Gempa Magnitudo 2,8 Guncang Lombok Timur Siang Ini, BMKG Pastikan Aman

Sebarkan artikel ini
Gempa Magnitudo 2,8 Guncang Lombok Timur Siang Ini, BMKG Pastikan Aman

Mataram, Jurnalekbis.com – Wilayah Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), diguncang gempabumi tektonik pada Jumat (16/1/2026) siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut berkekuatan magnitudo 2,8 dan tidak berpotensi menimbulkan kerusakan.

Gempa terjadi pada pukul 13.33.14 WITA. Meski berkekuatan kecil, guncangan sempat dirasakan oleh sebagian warga di Lombok Timur, terutama di wilayah pesisir.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Sumawan, ST., MM, menjelaskan bahwa hasil analisis BMKG menunjukkan pusat gempa berada di laut dengan kedalaman dangkal.

“Hasil analisa BMKG menunjukkan gempabumi ini berkekuatan magnitudo 2,8. Episenter terletak pada koordinat 8,28 derajat Lintang Selatan dan 116,65 derajat Bujur Timur,” kata Sumawan dalam keterangan resminya.

BMKG mencatat episenter gempa berada di laut, tepatnya pada jarak 34 kilometer barat laut Pulau Panjang, NTB, dengan kedalaman 10 kilometer. Lokasi dan kedalaman tersebut menunjukkan bahwa gempa termasuk dalam kategori gempa dangkal.

Baca Juga :  InJourney Gelar Pasar Sembako Murah di Manggarai Barat Bantu Ketahanan Pangan Masyarakat

Menurut Sumawan, gempa dangkal seperti ini umumnya dipicu oleh aktivitas sesar aktif di sekitar wilayah tersebut.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujarnya.

Wilayah NTB, khususnya Lombok dan sekitarnya, memang dikenal memiliki struktur geologi yang kompleks dan aktif secara tektonik. Sejumlah sesar aktif tersebar di wilayah ini dan kerap memicu gempa berskala kecil hingga menengah.

BMKG mencatat dampak gempa berdasarkan laporan masyarakat yang masuk hingga Jumat siang. Guncangan dirasakan di wilayah Lombok Timur dengan intensitas II MMI.

Pada skala ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang. Namun, getaran tidak cukup kuat untuk menyebabkan kerusakan bangunan.

Baca Juga :  Pupuk Bersubsidi NTB Melimpah, Penebusan Makin Mudah dengan KTP

“Dampak gempabumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Lombok Timur II MMI,” jelas Sumawan.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Aktivitas masyarakat di Lombok Timur juga dilaporkan berjalan normal setelah guncangan terjadi.

BMKG terus melakukan pemantauan intensif pascagempa. Hingga pukul 14.00 WITA, atau sekitar 30 menit setelah kejadian, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

“Hingga hari Jumat, 16 Januari 2026 pukul 14.00 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan,” kata Sumawan.

Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, terutama yang beredar di media sosial.

Baca Juga :  Dukung Sektor Usaha, BCA Salurkan KUR Bagi 200 Peternak Sapi

Wilayah NTB berada di kawasan cincin api (Ring of Fire) dan zona pertemuan lempeng tektonik, sehingga aktivitas kegempaan relatif sering terjadi. Sebagian besar gempa yang terjadi berskala kecil dan tidak merusak, namun tetap perlu diwaspadai.

BMKG menegaskan bahwa gempa tidak dapat diprediksi secara pasti, baik waktu maupun kekuatannya. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak bencana.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, namun tidak panik, serta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG,” tutup Sumawan.

Dengan kondisi terkini yang relatif aman dan tanpa gempa susulan, BMKG memastikan situasi di Lombok Timur masih terkendali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *