Nusantara

Gubernur NTB Tinjau Jembatan Bailey Lombok Timur, Wacanakan Stok Jembatan Darurat

×

Gubernur NTB Tinjau Jembatan Bailey Lombok Timur, Wacanakan Stok Jembatan Darurat

Sebarkan artikel ini
Gubernur NTB Tinjau Jembatan Bailey Lombok Timur, Wacanakan Stok Jembatan Darurat

Lombok Timur, Jurnalekbis.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal meninjau langsung pembangunan Jembatan Bailey di Desa Perigi, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Jumat (16/1). Jembatan darurat tersebut dibangun sebagai solusi sementara pascaruntuhnya jembatan lama yang menjadi akses vital warga akibat bencana.

Dalam kunjungan itu, Gubernur mewacanakan agar Pemerintah Provinsi NTB memiliki stok jembatan sistem knockdown sebagai langkah antisipatif untuk mempercepat penanganan darurat kerusakan infrastruktur, terutama di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.

Jembatan lama di Desa Perigi diketahui runtuh pada 19 November lalu. Sejak saat itu, aktivitas ekonomi dan mobilitas warga terganggu karena akses utama penghubung antarwilayah terputus.

Jembatan Lama Disebut Urat Nadi Ekonomi Warga

Gubernur NTB yang akrab disapa Miq Iqbal menegaskan bahwa jembatan yang ambruk tersebut bukan sekadar infrastruktur biasa, melainkan urat nadi perekonomian masyarakat desa. Oleh karena itu, penanganan darurat harus dilakukan secepat mungkin.

“Pak Bupati menyampaikan bahwa kondisi ini sangat darurat karena jembatan ini adalah jantung perekonomian desa. Usianya juga sudah sangat tua, mungkin lebih dari 30 tahun. Fokus kita saat itu adalah menormalkan kembali kehidupan masyarakat,” ujar Miq Iqbal di sela-sela peninjauan.

Baca Juga :  Dugaan Hilangnya Dana Nasabah BTN: OJK Imbau Masyarakat Waspada dan Hindari Investasi Bodong

Ia menjelaskan, setelah kejadian, Pemerintah Provinsi NTB segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk mencari solusi tercepat agar aktivitas warga tidak terhenti terlalu lama.

Jembatan Bailey Dipilih, TNI Dukung Penuh Pemasangan

Sebagai langkah darurat, Jembatan Bailey dipilih karena memiliki keunggulan dari sisi waktu pemasangan dan fleksibilitas konstruksi. Meski demikian, proses pembangunan sempat menghadapi tantangan, terutama dalam mobilisasi material.

“Bailey ini memang solusinya cepat, tetapi kita juga menghadapi kendala distribusi karena materialnya harus didatangkan dari Pulau Jawa. Alhamdulillah, dengan dukungan semua pihak, terutama TNI, prosesnya bisa berjalan,” kata Gubernur.

Pembangunan jembatan darurat tersebut melibatkan dukungan penuh Tentara Nasional Indonesia (TNI), mulai dari teknis pemasangan hingga pengamanan lokasi, sehingga proses instalasi dapat dilakukan lebih efisien.

Wacana Stok Jembatan Knockdown di NTB

Dalam kesempatan itu, Miq Iqbal menyampaikan gagasan strategis agar Pemprov NTB memiliki inventaris jembatan Bailey atau sistem knockdown yang siap digunakan sewaktu-waktu saat terjadi bencana.

Baca Juga :  Kuota Pupuk Subsidi di NTB 2024 Berkurang, Ini Kata Pupuk Indonesia

Menurutnya, NTB merupakan wilayah yang cukup rentan terhadap bencana alam, seperti banjir dan cuaca ekstrem, yang kerap merusak infrastruktur penghubung antarwilayah.

“Kita perlu punya stok jembatan Bailey yang sifatnya knockdown. Relatif murah, cepat dipasang, dan bisa menjadi solusi sementara sambil menunggu pembangunan jembatan permanen,” ujarnya.

Ia menambahkan, jembatan darurat tersebut nantinya bisa bersifat mobil dan reusable, sehingga setelah jembatan permanen selesai dibangun, konstruksi Bailey dapat dipindahkan ke lokasi lain yang membutuhkan.

Solusi Sementara Sambil Menunggu Jembatan Permanen

Gubernur berharap, Jembatan Bailey di Desa Perigi dapat segera difungsikan untuk mengembalikan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat, sembari menunggu penganggaran pembangunan jembatan permanen.

“Yang penting sekarang akses masyarakat kembali normal. Soal jembatan permanen, tentu akan kita rencanakan melalui mekanisme anggaran yang ada,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan instansi terkait agar penanganan pascabencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

Bantuan Sosial Disalurkan untuk Warga Terdampak

Selain meninjau pembangunan jembatan, Gubernur NTB juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak. Bantuan tersebut disalurkan melalui Baznas NTB dan Dinas Sosial Provinsi NTB sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi sosial masyarakat pascabencana.

Baca Juga :  DPC PDIP Lombok Timur Buka Pendaftaran Calon Bupati/Wabup, Jelang Pilkada 2024

Penyerahan bantuan diharapkan dapat meringankan beban warga yang selama beberapa waktu terdampak terganggunya akses transportasi dan distribusi barang.

Pejabat yang Turut Mendampingi

Dalam kunjungan kerja tersebut, Gubernur NTB didampingi sejumlah pejabat daerah, di antaranya Pj Sekda NTB Lalu Moh. Faozal, Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin, Kepala Dinas Sosial NTB Ahmad Masyhuri, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam percepatan penanganan dampak bencana, khususnya terkait pemulihan infrastruktur vital.

Antisipasi Bencana Jadi Fokus Pemprov NTB

Wacana pengadaan stok jembatan knockdown ini dinilai sebagai bagian dari upaya Pemprov NTB untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana, tidak hanya pada aspek penanganan darurat, tetapi juga pada pemulihan cepat pascabencana.

Dengan adanya sistem yang lebih siap, pemerintah berharap dampak bencana terhadap kehidupan dan perekonomian masyarakat dapat ditekan seminimal mungkin di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *