NewsNusantara

Aliran Sungai Melau Seret Korban hingga Laut, Lansia Ditemukan Meninggal

×

Aliran Sungai Melau Seret Korban hingga Laut, Lansia Ditemukan Meninggal

Sebarkan artikel ini
Aliran Sungai Melau Seret Korban hingga Laut, Lansia Ditemukan Meninggal

Mataram, Jurnalekbis.com – Operasi pencarian terhadap Pawan (69), warga Dusun Mapasan, Desa Serage, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, yang dilaporkan hilang terseret arus Sungai Melau, berakhir tragis. Setelah dua hari pencarian, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di tepi Pantai Gading, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Kamis (22/1) pagi.

Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan sekitar pukul 10.50 WITA di kawasan pesisir pantai. Jarak lokasi penemuan cukup jauh dari titik awal korban diduga terseret arus, menandakan kuatnya aliran sungai yang bermuara ke laut.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram, Bustanil, membenarkan penemuan jenazah tersebut merupakan korban yang selama ini dicari tim SAR.

Baca Juga :  PLN Pulihkan Listrik Sumbar 100% Pascabanjir dan Longsor, Akses Warga Kembali Normal

“Benar, korban yang ditemukan di Pantai Gading merupakan korban yang kami cari selama dua hari terakhir. Tim menerima informasi pagi hari dan langsung menuju lokasi,” ujar Bustanil dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada titik koordinat 8°37’7.20” LS dan 116°4’28.58” BT. Setelah dilakukan proses evakuasi, jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Mataram untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

“Korban atas nama Pawan, usia 69 tahun, warga Dusun Mapasan, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah. Jenazah telah kami evakuasi dan diserahkan ke keluarga,” katanya.

Peristiwa hilangnya korban bermula pada Selasa (20/1) sekitar pukul 05.00 WITA. Saat itu, korban dilaporkan meninggalkan rumah. Warga yang melakukan pencarian kemudian menemukan jejak kaki serta pakaian milik korban di tepi Sungai Melau.

Baca Juga :  Bandara Lombok Siap Layani Penumpang Libur Nataru 2023/2024

Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Unit Siaga SAR Mandalika melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah. Laporan diterima oleh petugas BPBD bernama Rahman dan langsung diteruskan ke Kantor SAR Mataram.

Menindaklanjuti laporan itu, Kantor SAR Mataram segera menerjunkan Tim Rescue Unit Siaga SAR Mandalika untuk melakukan koordinasi dan penyisiran awal di sekitar aliran Sungai Melau.

Memasuki hari kedua pencarian, Rabu (21/1), operasi SAR diperluas. Kantor SAR Mataram kembali mengerahkan sejumlah personel tambahan dan melakukan penyisiran bersama unsur terkait, baik melalui jalur darat maupun sepanjang aliran sungai hingga ke muara.

“Setelah menerima informasi adanya penemuan mayat di pesisir Pantai Gading, tim langsung bergerak dan melakukan identifikasi bersama keluarga. Hasilnya dipastikan korban adalah Pawan,” jelas Bustanil.

Baca Juga :  Baiq  Diyah Ratu Ganefi Perempuan NTB Perlu Beradaptasi dengan Dunia Digital Guna Jalankan Usahanya

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Bustanil juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat, termasuk TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat setempat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terlebih pada kondisi cuaca dan arus yang berpotensi membahayakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *