NewsNusantara

Gelombang Pasang 5 Meter Terjang Ampenan, Puluhan Rumah Warga Rusak

×

Gelombang Pasang 5 Meter Terjang Ampenan, Puluhan Rumah Warga Rusak

Sebarkan artikel ini
Gelombang Pasang 5 Meter Terjang Ampenan, Puluhan Rumah Warga Rusak

Mataram, Jurnalekbis.com – Gelombang pasang disertai abrasi pantai menerjang kawasan pesisir Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (21/1/2026) malam. Bencana hidrometeorologi tersebut berdampak signifikan terhadap permukiman warga di Lingkungan Kampung Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Sadimin, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.00 WITA, dipicu hujan lebat yang disertai angin kencang sehingga memunculkan gelombang laut setinggi sekitar lima meter.

“Gelombang pasang mencapai kurang lebih lima meter dan menyebabkan abrasi di pesisir pantai Kelurahan Bintaro. Dampaknya cukup serius terhadap permukiman warga,” kata Sadimin dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).

Akibat kejadian tersebut, 25 kepala keluarga atau sekitar 100 jiwa terdampak. BPBD mencatat 18 unit rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga berat. Selain itu, sejumlah fasilitas vital turut terdampak, termasuk jaringan PDAM yang mengalami kerusakan, sehingga mengganggu pasokan air bersih bagi warga.

Baca Juga :  Balita 4 Tahun Hilang Terseret Sungai

Tak hanya itu, gelombang pasang juga merusak sampan nelayan, baik rusak ringan maupun berat, serta menyebabkan aliran listrik PLN terputus di sejumlah titik di kawasan Kampung Bugis.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Provinsi NTB langsung berkoordinasi dengan BPBD Kota Mataram dan sejumlah instansi terkait untuk penanganan darurat. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Mataram diterjunkan ke lokasi guna melakukan asesmen dan penanganan awal.

“BPBD Kota Mataram juga telah mendirikan dapur umum di Kelurahan Bintaro untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak,” ujar Sadimin.

Proses penanganan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TRC BPBD Kota Mataram, TNI-Polri, aparat kelurahan, Babinsa, relawan Destana, kepala lingkungan Kampung Bugis, hingga Linmas. Hingga saat ini, kondisi di lokasi dilaporkan dalam keadaan kondusif.

Baca Juga :  Selalu Nyambung dengan Sinyal Tercepat, IM3 Gelar Konser Collabonation Tour di Sumbawa Besar

Meski demikian, BPBD mencatat masih terdapat sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan warga terdampak, antara lain karung geobag untuk penanganan abrasi, selimut, air bersih atau air minum, serta makanan cepat saji.

Sadimin juga mengingatkan masyarakat NTB agar meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, wilayah NTB saat ini telah memasuki musim hujan, bahkan sebagian daerah berada pada fase puncak.

“Pada dasarian III Januari 2026 terdapat potensi hujan dengan intensitas tinggi. Masyarakat perlu mewaspadai cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologis seperti angin kencang, banjir, dan tanah longsor yang bisa terjadi secara tiba-tiba,” tegasnya.

BPBD mengimbau warga yang bermukim di kawasan pesisir dan daerah rawan bencana untuk terus memantau informasi cuaca, mengikuti arahan pemerintah, serta segera melapor jika terjadi kondisi darurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *