Mataram, Jurnalekbis.com – Estafet kepemimpinan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Mataram resmi berganti. Melalui Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar pada Sabtu, 1 Februari 2026, M. Yusril Kurniawan, S.Pd ditetapkan sebagai Ketua KAMMI Mataram periode 2026–2027.
Penetapan tersebut dilakukan melalui mekanisme musyawarah mufakat setelah forum Musda menyelesaikan seluruh rangkaian sidang, mulai dari laporan pertanggungjawaban pengurus demisioner, penyampaian pandangan umum kader, hingga pembahasan arah strategis organisasi ke depan.
Musda KAMMI Mataram berlangsung dalam suasana khidmat, demokratis, dan penuh semangat persaudaraan. Forum ini menjadi ruang evaluasi sekaligus regenerasi kepemimpinan, di tengah dinamika sosial dan tantangan mahasiswa yang kian kompleks.
Pergantian kepemimpinan dinilai tidak sekadar perubahan struktur organisasi, melainkan bagian dari ikhtiar menjaga kesinambungan nilai dan semangat perjuangan KAMMI. Sejumlah kader dalam forum menyampaikan harapan agar KAMMI Mataram tetap menjadi ruang pembinaan ideologis, intelektual, dan moral bagi mahasiswa Muslim di Kota Mataram dan Nusa Tenggara Barat.
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, M. Yusril Kurniawan menegaskan bahwa kepemimpinan di tubuh KAMMI merupakan amanah perjuangan yang harus diwujudkan melalui kerja nyata, bukan sekadar simbol jabatan.

“KAMMI bukan hanya organisasi, tetapi jalan pengabdian. Amanah ini harus diterjemahkan dalam kerja nyata: membina kader dengan nilai, menggerakkan mahasiswa dengan gagasan, serta menghadirkan keberpihakan yang jelas kepada umat dan rakyat,” ujar Yusril.
Ia menekankan pentingnya penguatan kaderisasi sebagai fondasi utama organisasi. Menurutnya, kualitas kader akan menentukan arah dan peran KAMMI dalam merespons persoalan sosial, pendidikan, hingga kebijakan publik yang berdampak langsung pada masyarakat.
Selain itu, Yusril juga menyampaikan komitmennya menjaga soliditas internal organisasi. Ia menilai persatuan kader menjadi modal penting agar KAMMI Mataram tetap relevan dan mampu bergerak adaptif menghadapi perubahan zaman.
“Kami akan mendorong KAMMI Mataram agar lebih progresif, terbuka terhadap dinamika, namun tetap kokoh pada nilai Islam dan kebangsaan,” katanya.
Musyawarah Daerah ini juga menegaskan posisi KAMMI sebagai organisasi mahasiswa yang tidak hanya fokus pada isu internal kampus, tetapi juga aktif menyuarakan kepentingan publik. Sejumlah isu strategis daerah, seperti kualitas pendidikan, keadilan sosial, dan kebijakan pemerintah daerah, disebut menjadi perhatian serius kepengurusan ke depan.
Dengan terpilihnya ketua baru untuk periode 2026–2027, KAMMI Mataram diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai aktor perubahan di kalangan mahasiswa. Organisasi ini dituntut tidak hanya menjadi saksi dinamika sosial, tetapi turut hadir menawarkan gagasan, menjaga idealisme, dan meneguhkan arah perjuangan di tingkat lokal maupun regional.













