HukrimNusantara

Cegah Bom Ikan di Teluk Saleh, Polisi Perairan NTB Edukasi Puluhan Nelayan

×

Cegah Bom Ikan di Teluk Saleh, Polisi Perairan NTB Edukasi Puluhan Nelayan

Sebarkan artikel ini
Cegah Bom Ikan di Teluk Saleh, Polisi Perairan NTB Edukasi Puluhan Nelayan

Dompu, Jurnalekbis.com — Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Barat terus memperkuat upaya pencegahan praktik penangkapan ikan yang merusak. Kamis (5/2/2026), personel Binmas Air Kapal Polisi XXI-2014 turun langsung ke Perairan Calabai dan Teluk Saleh, Dompu, untuk memberikan edukasi kepada puluhan nelayan terkait bahaya penggunaan bom ikan dan pentingnya menjaga kelestarian laut.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Direktur Polairud Polda NTB Kombes Pol Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H., yang menekankan agar seluruh jajaran aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat pesisir sebagai bagian dari strategi pencegahan kejahatan di laut sekaligus perlindungan sumber daya perairan.

Sebanyak sekitar 30 nelayan di Dusun Tante menjadi sasaran sosialisasi yang mengusung tema “Bersama Kita Melindungi Sumber Daya Perairan”. Personel Kapal Polisi XXI-2014 bersama Satpolairud Polres Dompu menyampaikan secara langsung dampak serius praktik penangkapan ikan destruktif, khususnya penggunaan bahan peledak.

Baca Juga :  Kasus Kekerasan Seksual Anak, Rieke Tegas: RS Terancam 15 Tahun Penjara

“Bom ikan bukan hanya merusak terumbu karang dan habitat biota laut, tapi juga berbahaya bagi keselamatan nelayan sendiri serta berdampak pada kesehatan manusia yang mengonsumsi hasil tangkapan,” ujar salah satu personel Ditpolairud di sela kegiatan.

Dalam pemaparannya, petugas menjelaskan bahwa kerusakan ekosistem akibat bom ikan bersifat jangka panjang dan sulit dipulihkan. Terumbu karang yang hancur membutuhkan waktu puluhan tahun untuk kembali normal, sementara populasi ikan dapat menurun drastis dalam waktu singkat.

Selain itu, nelayan juga diingatkan mengenai konsekuensi hukum bagi pelaku penangkapan ikan ilegal, serta pentingnya peran aktif masyarakat dalam melaporkan aktivitas mencurigakan di wilayah perairan.

Tak hanya soal lingkungan, petugas turut memberikan edukasi terkait administrasi pelayaran. Para nelayan diminta memastikan kelengkapan dokumen kapal sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk surat kapal dan alat keselamatan, demi mengurangi risiko kecelakaan laut.

Baca Juga :  Kapolda NTB Kunjungi Polres Bima, Serahkan Bantuan Warga dan Tekankan Pelayanan Humanis

Ditpolairud Polda NTB menilai pendekatan persuasif melalui dialog langsung lebih efektif dalam membangun kesadaran kolektif. Sosialisasi ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap laut sebagai sumber penghidupan bersama.

“Laut bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk anak cucu kita. Kalau dirusak sekarang, generasi berikutnya yang akan menanggung akibatnya,” kata petugas tersebut.

Program edukasi ini menjadi bagian dari agenda rutin Ditpolairud Polda NTB dalam menjaga keamanan perairan sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir. Dengan meningkatnya pemahaman nelayan, aparat berharap praktik penangkapan ikan yang merusak dapat ditekan secara signifikan.

Ke depan, Ditpolairud Polda NTB memastikan kegiatan serupa akan terus digelar di berbagai wilayah pesisir, seiring komitmen kepolisian untuk melindungi sumber daya laut dan menciptakan perairan NTB yang aman, produktif, serta berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *