Internasional

Iran-AS Kembali Negosiasi, Teheran Tegaskan Rudal Balistik Tak Masuk Agenda

×

Iran-AS Kembali Negosiasi, Teheran Tegaskan Rudal Balistik Tak Masuk Agenda

Sebarkan artikel ini
Iran-AS Kembali Negosiasi, Teheran Tegaskan Rudal Balistik Tak Masuk Agenda

Jurnalekbis.com– Iran dan Amerika Serikat (AS) sepakat kembali menempuh jalur diplomasi demi meredam eskalasi konflik di Timur Tengah. Menjelang perundingan yang dijadwalkan berlangsung di Oman pada Kamis (5/2/2026), Iran menegaskan bahwa pembahasan hanya akan mencakup pengayaan uranium, bukan program rudal balistik mereka.

Penegasan itu disampaikan Teheran sebagaimana dilaporkan Jerusalem Post, Rabu (4/2/2026). Iran menyatakan tidak akan membuka ruang negosiasi terkait persenjataan strategisnya, termasuk rudal balistik yang selama ini menjadi tulang punggung kekuatan militernya.

Sikap tersebut muncul di tengah sorotan dunia terhadap kemampuan rudal Iran, yang terbukti signifikan saat konflik 12 hari pada Juni 2025. Dalam perang tersebut, ratusan rudal diluncurkan ke wilayah Israel, membuat sistem pertahanan udara kewalahan. Serangan itu menewaskan puluhan orang serta menghancurkan sejumlah gedung dan apartemen di kawasan tengah dan utara Israel.

Baca Juga :  Otoritas Penjajah Israel Tutup Jembatan Karama Tanpa Batas Waktu

Negara-negara Barat menilai rudal balistik Iran sebagai ancaman serius bagi stabilitas kawasan, sekaligus berpotensi menjadi wahana pengantar hulu ledak nuklir. Namun Iran berkali-kali membantah memiliki ataupun berniat mengembangkan senjata nuklir.

Menurut Kantor Direktur Intelijen Nasional AS, Iran saat ini menjadi negara dengan stok rudal balistik terbanyak di Timur Tengah. Jarak jelajah rudal Iran mencapai maksimal 2.000 kilometer—cukup untuk menjangkau Israel dari wilayah Iran.

Laporan Center for Strategic and International Studies (CSIS) mencatat, Teheran memiliki berbagai jenis rudal jarak menengah hingga jauh, di antaranya Sejil (2.000 km), Ghadr (2.000 km), Emad (1.700 km), Shahab-3 (1.300 km), Khorramshahr (2.000 km), serta Hoveyzeh (1.350 km). Media Iran, ISNA, bahkan menyebut Sejil mampu melaju lebih dari 17.000 km per jam dengan jangkauan hingga 2.500 km.

Arms Control Association menambahkan, Iran juga mengoperasikan rudal Shahab-1 dengan jangkauan sekitar 300 km, Zolfaghar 700 km, serta Sejil yang diperkirakan mampu terbang hingga 2.500 km. Sejumlah fasilitas penyimpanan rudal diketahui berada di Teheran dan beberapa “kota rudal” bawah tanah di provinsi seperti Kermanshah dan Semnan.

Baca Juga :  Hizbullah Tegaskan Perlawanan Jika Israel Tak Hentikan Pendudukan di Lebanon

Iran menyebut sistem rudalnya sebagai alat penangkal utama terhadap AS dan Israel. Peneliti senior Foundation for Defense of Democracies, Ben Talebu, dalam laporannya menyebut Iran terus mengembangkan depot rudal bawah tanah lengkap dengan sistem peluncuran dan produksi.

“Rekayasa balik selama bertahun-tahun memungkinkan Iran memperpanjang daya jelajah rudal serta menggunakan material komposit yang lebih ringan,” tulis Talebu.

Pada Juni 2023, Iran juga memperkenalkan rudal hipersonik bernama Fattah, yang diklaim mampu melaju lima kali kecepatan suara dan sulit dicegat.

Terbaru, Iran memamerkan jaringan terowongan bawah laut yang disebut menyimpan ratusan rudal penjelajah jarak jauh. Komandan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC), Alireza Tangsiri, mengatakan fasilitas itu dikembangkan untuk menghadapi kapal-kapal AS di Teluk dan Laut Oman.

Baca Juga :  Israel Gempur Dekat Istana Presiden Suriah, Dalih Lindungi Komunitas Druze

“Kemampuan kami terus berkembang secara konstan,” ujar Tangsiri, sembari menegaskan Iran siap menghadapi ancaman di level dan geografi apa pun.

Perundingan di Oman kini menjadi ujian apakah diplomasi mampu meredam ketegangan, sementara kekuatan rudal Iran tetap berada di luar meja negosiasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *