NewsNusantara

Material Longsor Setinggi 1,5 Meter Tutup Jalan Pusuk–Sembalun

×

Material Longsor Setinggi 1,5 Meter Tutup Jalan Pusuk–Sembalun

Sebarkan artikel ini
Material Longsor Setinggi 1,5 Meter Tutup Jalan Pusuk–Sembalun

Lombok Timur, Jurnalekbis.com – Akses jalan wisata Pusuk–Sembalun di Kabupaten Lombok Timur sempat lumpuh akibat longsor yang terjadi setelah hujan sedang hingga lebat mengguyur wilayah Kecamatan Sembalun, Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 13.00 WITA. Material longsoran setebal 0,5 hingga 1,5 meter menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 10 meter, membuat jalur vital tersebut tak bisa dilalui kendaraan.

Merespons kejadian itu, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui BPBD NTB bergerak cepat berkoordinasi dengan BPBD Lombok Timur dan Balai Jalan Nasional untuk percepatan penanganan. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lombok Timur langsung melakukan asesmen ke lokasi, sementara Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) Sembalun melakukan penanganan awal.

Baca Juga :  DPC PDIP Lombok Timur Buka Pendaftaran Calon Bupati/Wabup, Jelang Pilkada 2024

Pembersihan material longsor kemudian dilanjutkan secara terpadu oleh Balai Jalan Nasional dengan dukungan dua unit alat berat. Sejumlah personel gabungan turut dikerahkan, mulai dari BPBD, Pemadam Kebakaran, TNI–Polri, aparat kecamatan, hingga pemerintah desa.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin, mengatakan koordinasi lintas sektor dilakukan sejak awal agar akses jalan bisa segera dipulihkan.

“Kami langsung berkoordinasi dengan BPBD Lombok Timur dan Balai Jalan Nasional begitu menerima laporan. Target kami akses Pusuk–Sembalun bisa segera dibuka kembali karena ini jalur penting bagi masyarakat dan pariwisata,” ujar Sadimin.

Hingga Minggu sore, tim gabungan masih berjibaku membersihkan material longsoran dan pengerjaan ditargetkan berlanjut hingga malam hari.

Proses pembersihan juga dipantau langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal itu turun ke lokasi untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memberi arahan kepada petugas.

Baca Juga :  Tim SAR Gabungan Terus Melakukan Pencarian Lima Korban Banjir di Wera

Dalam kesempatan tersebut, Miq Iqbal meminta BPBD NTB bersama Balai Jalan Nasional menyusun rencana jangka menengah guna menekan risiko longsor berulang, khususnya di titik-titik rawan sepanjang jalur Pusuk–Sembalun.

“Ke depan perlu diusulkan penguatan tebing di beberapa lokasi yang kondisinya kurang stabil, baik dengan bronjong maupun tembok penahan, disesuaikan dengan struktur tanah setempat,” kata Miq Iqbal.

Ia menegaskan, langkah mitigasi harus menjadi prioritas mengingat jalur Pusuk–Sembalun merupakan akses strategis menuju kawasan wisata Sembalun yang ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat akhir pekan.

BPBD NTB juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Saat ini wilayah NTB memasuki musim hujan, bahkan sebagian daerah berada pada periode puncak. Kondisi tersebut meningkatkan potensi bencana hidrometeorologis seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor yang bisa terjadi secara tiba-tiba.

Baca Juga :  Ekonomi NTB Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan di 2025

Warga dan pengguna jalan diminta berhati-hati saat melintas di daerah perbukitan serta segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah.

Melalui sinergi cepat Balai Jalan Nasional, BPBD, Damkar, serta TNI–Polri, pemerintah daerah menargetkan akses Pusuk–Sembalun segera kembali normal demi kelancaran mobilitas warga dan keberlanjutan aktivitas pariwisata di Lombok Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *