Kesehatan

Polda NTB Siagakan Layanan Kesehatan di Long March Bintara Remaja Samapta

×

Polda NTB Siagakan Layanan Kesehatan di Long March Bintara Remaja Samapta

Sebarkan artikel ini
Polda NTB Siagakan Layanan Kesehatan di Long March Bintara Remaja Samapta

Mataram, Jurnalekbis.com – Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiagakan layanan kesehatan lapangan selama kegiatan Long March dan Pembaretan Bintara Remaja Direktorat Samapta, Rabu (11/2/2026). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi risiko kelelahan hingga gangguan kesehatan peserta di tengah rute panjang dan medan yang cukup menantang.

Pelayanan medis disiapkan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda NTB sejak awal kegiatan. Personel kesehatan ditempatkan di sejumlah titik strategis guna memantau kondisi fisik peserta sekaligus memberikan penanganan cepat bila terjadi gangguan kesehatan.

Long march dimulai dari Ditsamapta Polda NTB, kemudian melewati Puncak Malimbu, Teluk Nare, Polsek Pemenang, kawasan Pusuk, dan berakhir di Lapangan Lingsar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Jalur tersebut dikenal memiliki kontur naik-turun dengan jarak tempuh yang cukup panjang, sehingga menuntut kesiapan fisik dan mental para bintara remaja.

Baca Juga :  LIDI Foundation Berdayakan Masyarakat Desa untuk Wujudkan Inklusi Sosial bagi ODDP

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid, S.I.K., mengatakan kehadiran tim Biddokkes merupakan bagian dari prosedur pengamanan kegiatan pembinaan personel, khususnya yang melibatkan aktivitas fisik intensif.

“Ini langkah antisipasi terhadap kemungkinan gangguan kesehatan selama long march. Petugas kesehatan kami siagakan untuk memberikan penanganan cepat apabila ada peserta yang mengalami kelelahan atau kondisi medis tertentu,” kata Kholid, Rabu.

Menurutnya, kesiapan layanan medis menjadi elemen penting agar seluruh rangkaian pembaretan dapat berjalan aman dan lancar. Selain memantau peserta, tim Biddokkes juga membawa perlengkapan pertolongan pertama serta obat-obatan dasar untuk penanganan di lapangan.

Sepanjang kegiatan, petugas kesehatan melakukan observasi berkala terhadap kondisi para peserta. Jika ditemukan tanda-tanda kelelahan berlebih, personel medis langsung memberikan pertolongan awal sebelum menentukan apakah peserta dapat melanjutkan perjalanan atau perlu mendapatkan penanganan lanjutan.

Baca Juga :  Honey Mary, Minuman Hangat Dimusim Hujan

Kegiatan pembaretan sendiri merupakan bagian dari pembinaan tradisi di lingkungan Polri, yang bertujuan membentuk karakter, disiplin, serta ketahanan fisik dan mental personel baru. Namun, Polda NTB menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

“Kami memastikan setiap kegiatan pembinaan, terutama yang berisiko tinggi, selalu dibarengi kesiapan layanan kesehatan. Ini bentuk tanggung jawab institusi terhadap anggota,” ujar Kholid.

Hingga kegiatan berakhir di Lapangan Lingsar, seluruh rangkaian long march dilaporkan berlangsung aman dan terkendali. Kehadiran Biddokkes di lapangan dinilai berperan penting dalam menjaga kondisi peserta tetap stabil, sekaligus meminimalkan potensi gangguan kesehatan selama proses pembaretan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *