EkonomiNews

Antisipasi Lonjakan Harga, Polda NTB Kawal Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional

×

Antisipasi Lonjakan Harga, Polda NTB Kawal Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional

Sebarkan artikel ini
Antisipasi Lonjakan Harga, Polda NTB Kawal Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional

Mataram, Jurnalekbis.com— Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Nusa Tenggara Barat turun langsung mengawal pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional yang digelar di Lapangan Banteng, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Nusa Tenggara Barat, Kombes Pol. FX Endriadi, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia sebagai langkah antisipatif terhadap potensi lonjakan harga pangan.

“Hari ini kita di Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah. Kegiatan ini berlangsung serentak secara nasional dalam rangka menjelang HBKN tahun 2026,” ujar Endriadi kepada wartawan di sela kegiatan.

Baca Juga :  Dua Babinsa Terbaik Dapat Hadiah Umroh di HUT ke-64 Korem 162/WB

Gerakan Pangan Murah di NTB melibatkan lintas instansi, mulai dari Satgas Saber Pangan, perwakilan Perum Bulog wilayah NTB, Bank Indonesia, Biro Ekonomi Pemprov NTB, hingga Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB. Sejumlah komoditas strategis dijual langsung kepada masyarakat dengan harga di bawah pasar, mulai dari beras, gula, minyak goreng, hingga telur.

Selain kegiatan lapangan, seluruh Satgas Saber Pangan di daerah juga mengikuti arahan pemerintah pusat secara virtual. Dalam pengarahan tersebut, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi dan harga pangan, terutama menjelang momentum keagamaan.

Endriadi menyampaikan, Menteri Pertanian meminta aparat tidak ragu mengambil tindakan tegas terhadap pelaku usaha yang menjual komoditas di atas ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET), Harga Acuan Pembelian (HAP), maupun Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Baca Juga :  Mahfud Md Bakal Kampanye di NTB Selama Dua Hari, Ini Agendanya

“Bapak Menteri menekankan agar kita tidak ragu-ragu mengambil tindakan tegas jika ada pelaku usaha yang menjual komoditas di atas ketentuan. Intinya, Satgas Saber harus terus melakukan pembinaan, pengawasan, serta penindakan sebagai upaya preventif,” tegasnya.

Menurut Endriadi, Gerakan Pangan Murah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah konkret untuk menjaga ketersediaan stok, mutu, dan keterjangkauan harga bahan pokok penting (bapokting). Program ini juga diharapkan mampu menekan praktik spekulasi yang kerap muncul saat permintaan meningkat.

Ia menambahkan, Satgas Saber Pangan NTB akan terus melakukan pemantauan di pasar tradisional maupun modern guna memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap terkendali.

“Satgas Saber Pangan NTB berkomitmen mendukung penuh upaya pemerintah menjaga kestabilan harga bapokting, sehingga masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan aman dan terjangkau,” katanya.

Baca Juga :  Jelang Final Race MotoGP 2023, Penumpang Bandara Lombok Naik 20 Persen

Pantauan di lokasi, antusiasme warga cukup tinggi. Sejak pagi, masyarakat tampak memadati stan-stan pangan murah untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Sejumlah warga mengaku terbantu karena harga yang ditawarkan lebih rendah dibanding pasar.

Dengan sinergi lintas instansi dan pengawasan yang diperketat, pemerintah berharap stabilitas pangan di NTB tetap terjaga, sekaligus memberi rasa aman bagi masyarakat dalam menyambut HBKN 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *