News

Banjir–Longsor Terjang Kabupaten Bima, Ratusan Warga Terdampak, Jembatan Desa Putus

×

Banjir–Longsor Terjang Kabupaten Bima, Ratusan Warga Terdampak, Jembatan Desa Putus

Sebarkan artikel ini
Banjir–Longsor Terjang Kabupaten Bima, Ratusan Warga Terdampak, Jembatan Desa Putus

Bima, Jurnalekbis.com– Banjir disertai tanah longsor menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Jumat (13/2/2026) sore. Bencana yang dipicu hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan petir itu menyebabkan ratusan warga terdampak, puluhan rumah terendam, hingga satu jembatan penghubung desa putus.

Data sementara mencatat, banjir melanda Kecamatan Langgudu dan Kecamatan Lambu, sementara tanah longsor terjadi di Kecamatan Belo. Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 16.30 hingga 18.30 WITA, membuat debit air dari kawasan pegunungan meningkat tajam dan sungai tak mampu menampung aliran.

Akibatnya, Desa Oi Karumbu dan Desa Doro O’o di Kecamatan Langgudu terendam banjir dengan tinggi muka air berkisar 20 hingga 80 sentimeter. Di Desa Oi Karumbu, sebanyak 153 kepala keluarga atau 473 jiwa terdampak. Sebanyak 153 unit rumah terendam, satu dapur dan dua unit WC dilaporkan hanyut terbawa arus, serta satu fasilitas pendidikan ikut terendam.

Baca Juga :  BEI Dorong Literasi Generasi Muda Lewat Penghargaan GI BEI 2024

Sementara itu, di Desa Doro O’o tercatat 27 kepala keluarga atau 93 jiwa terdampak, dengan 27 rumah warga terendam air setinggi 20 hingga 60 sentimeter.

Dampak serius juga terjadi di Desa Nggelu, Kecamatan Lambu. Satu unit jembatan penghubung antara Desa Sumi dan Desa Nggelu dilaporkan putus dengan panjang sekitar enam meter dan lebar tujuh meter, sehingga akses warga sempat terisolasi.

Tak hanya banjir, tanah longsor juga dilaporkan terjadi di Desa Roka, Kecamatan Belo. Satu rumah warga mengalami rusak sedang, dengan satu kepala keluarga beranggotakan tiga jiwa terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Sadimin, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bima dan unsur terkait begitu menerima laporan kejadian.

Baca Juga :  Imigrasi Kelas I TPI Mataram Deportasi Dua WNA Asal Amerika Serikat

“Anggota TRC BPBD Kabupaten Bima sudah turun melakukan asesmen dampak bencana. Untuk Desa Nggelu, masyarakat juga bergotong royong membuat jembatan darurat agar aktivitas warga bisa kembali berjalan,” ujar Sadimin dalam keterangannya.

Selain melakukan pendataan, BPBD bersama TNI/Polri, aparat kecamatan, dan aparat desa turut membantu proses penanganan awal di lokasi terdampak. Saat ini, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut, dan warga melakukan pembersihan mandiri pascagenangan.

BPBD mencatat sejumlah kebutuhan mendesak di lapangan, antara lain bantuan tanggap darurat, logistik dan peralatan, alat berat untuk membersihkan material longsor dari rumah warga, pemasangan bronjong sungai di Desa Oi Karumbu, serta pembangunan jembatan darurat penghubung Desa Sumi–Desa Nggelu.

Baca Juga :  Prabowo Pastikan Negara Hadir di Tengah Bencana: Kita Datang untuk Cari Solusi

Sadimin mengimbau masyarakat tetap waspada. Ia menyebut wilayah NTB saat ini telah memasuki musim hujan, bahkan sebagian daerah berada pada periode puncak.

“Potensi hujan dengan intensitas tinggi masih ada pada dasarian kedua Februari ini. Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang bisa memicu banjir, angin kencang, dan tanah longsor secara tiba-tiba,” tegasnya.

Pemerintah daerah memastikan pemantauan terus dilakukan, sembari menyiapkan langkah lanjutan untuk percepatan penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *