NewsNusantara

Detik-detik Penyelamatan 6 Pemancing Terombang-ambing di Laut Lombok Barat

×

Detik-detik Penyelamatan 6 Pemancing Terombang-ambing di Laut Lombok Barat

Sebarkan artikel ini
Detik-detik Penyelamatan 6 Pemancing Terombang-ambing di Laut Lombok Barat

Lombok Barat, Jurnalekbis.com – Operasi penyelamatan enam pemancing yang mengalami kecelakaan perahu terbalik di utara perairan Gili Rengit, Desa Pelangan, Kabupaten Lombok Barat, Senin (16/2), berakhir sukses. Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh tim SAR gabungan setelah sempat terombang-ambing di tengah laut.

Informasi kecelakaan diterima Kantor SAR Mataram pada Senin sore. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung mengerahkan personel menuju lokasi kejadian. Tim rescue tiba di titik koordinat yang dikirim salah satu korban pada pukul 16.55 WITA.

Evakuasi dimulai sekitar pukul 17.20 WITA. Enam korban dipindahkan satu per satu ke atas Rigid Buoyancy Boat (RBB) milik SAR. Hanya berselang 30 menit, tepatnya pukul 17.50 WITA, seluruh korban sudah berada di atas kapal penyelamat dan segera dibawa menuju Pelabuhan Lembar.

Baca Juga :  Efisiensi Anggaran di Rutan Bima: Program Pembinaan Narapidana Tetap Berjalan

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram, Bustanil, memastikan seluruh korban ditemukan dalam keadaan selamat meski sempat terombang-ambing akibat perahu yang mereka gunakan terbalik di tengah perairan.

“Setelah menerima laporan, kami langsung menggerakkan kru Rescue Boat 220 Mataram dan tim rescue menggunakan RBB. Pukul 18.40 WITA, tim tiba di Pelabuhan Lembar membawa enam korban dalam kondisi selamat,” kata Bustanil kepada wartawan.

Bustanil menjelaskan, seluruh korban merupakan warga Desa Sekotong Timur, Kecamatan Lembar, Lombok Barat. Saat kejadian, mereka tengah memancing sebelum perahu yang digunakan mengalami kecelakaan di perairan utara Gili Rengit.

Operasi SAR melibatkan unsur gabungan dari Tim Rescue Kantor SAR Mataram, kru Rescue Boat 220 Mataram, Polair Polda NTB, serta warga dan nelayan setempat yang ikut membantu proses pencarian dan evakuasi.

Baca Juga :  Puluhan Truk Sapi Tertahan di Gili Mas, Dua Ekor Tewas Kepanasan

Menurut Bustanil, koordinasi cepat antarinstansi menjadi kunci keberhasilan penyelamatan kali ini. Selain itu, keberadaan titik koordinat yang dikirim salah satu korban turut mempercepat proses penemuan lokasi.

“Respons cepat sangat menentukan. Begitu posisi korban diketahui, tim langsung bergerak dan evakuasi bisa dilakukan tanpa kendala berarti,” ujarnya.

Pasca-evakuasi, keenam korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun Bustanil mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pemancing, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca serta kelengkapan keselamatan sebelum melaut.

Ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan alat keselamatan seperti jaket pelampung dan perangkat komunikasi sebagai langkah antisipasi jika terjadi keadaan darurat di laut.

Baca Juga :  Gempa 5.5 Guncang Lombok Utara, Getaran Dirasakan di 12 Daerah!

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko aktivitas di perairan terbuka, sekaligus menegaskan pentingnya kesiapsiagaan tim SAR dan kolaborasi lintas instansi dalam menangani kecelakaan laut di wilayah NTB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *