Mataram, Jurnalekbis.com – Banjir menerjang dua desa di Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Sabtu (21/2/2026) pukul 17.20 WITA. Sedikitnya 37 kepala keluarga (119 jiwa) terdampak setelah air dari kawasan perbukitan meluap dan merendam permukiman warga di Desa Kore dan Desa Sandue. Hingga malam hari, genangan dilaporkan belum sepenuhnya surut.
Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebutkan, di Desa Kore terdapat 25 KK atau 81 jiwa terdampak dengan 25 unit rumah tergenang. Selain itu, tembok penahan air rusak dan aspal pada salah satu ruas jalan mengalami kerusakan. Sementara di Desa Sandue, 12 KK atau 38 jiwa terdampak dengan 12 rumah terendam air.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Sadimin, mengatakan banjir dipicu derasnya aliran air dari gunung yang tidak tertampung drainase desa. “Debit air meningkat cepat sehingga saluran tidak mampu menahan limpasan. Air kemudian meluap ke area permukiman warga,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Sabtu malam.
Menurutnya, tim BPBD Provinsi NTB telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bima dan pemangku kepentingan terkait untuk penanganan darurat. Di lapangan, BPBD Kabupaten Bima bersama aparat kecamatan, pemerintah desa, TNI/Polri, serta relawan melakukan pengamatan, pendataan, dan kaji cepat untuk memastikan kebutuhan mendesak warga.
“Fokus kami saat ini adalah keselamatan warga dan percepatan penanganan darurat. Pendataan terus berjalan agar bantuan bisa tepat sasaran,” kata Sadimin.
Ia menambahkan, kebutuhan mendesak di lokasi meliputi bantuan tanggap darurat serta dukungan logistik dan peralatan (logpal). Tim gabungan juga berkoordinasi dengan dinas teknis terkait untuk penanganan infrastruktur yang rusak, termasuk perbaikan tembok penahan air dan ruas jalan terdampak.

Berdasarkan laporan lapangan, air menggenangi rumah warga dengan ketinggian bervariasi. Warga bersama aparat setempat berupaya membersihkan material lumpur dan menyelamatkan barang-barang penting. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa.
BPBD NTB mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi hujan dengan intensitas tinggi dalam sepekan ke depan. Pada dasarian III Februari 2026 (21–28 Februari), peluang hujan dengan intensitas di atas 50 mm/dasarian diperkirakan mencapai 80–90 persen di hampir seluruh wilayah NTB. Bahkan, peluang hujan di atas 100 mm/dasarian dengan probabilitas serupa diprediksi terjadi di Kota Mataram, sebagian Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, serta sebagian kecil Sumbawa Barat dan Sumbawa.
“Memasuki puncak musim hujan, risiko banjir dan longsor meningkat. Kami mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan agar waspada, memantau informasi resmi, serta segera melapor jika terjadi peningkatan debit air,” ujar Sadimin.
BPBD juga meminta pemerintah desa memperkuat sistem peringatan dini dan memastikan saluran air dalam kondisi bersih untuk meminimalkan dampak banjir susulan. Koordinasi lintas sektor disebut terus dilakukan untuk memastikan respons cepat apabila terjadi cuaca ekstrem dalam beberapa hari mendatang.
Sementara itu, kondisi di Sanggar dilaporkan masih tergenang dan proses pemantauan terus berlangsung. Petugas siaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi pada malam hari.













