NewsNusantara

Banjir Terjang 4 Desa di Tambora Bima, 204 Rumah Terdampak

×

Banjir Terjang 4 Desa di Tambora Bima, 204 Rumah Terdampak

Sebarkan artikel ini
Banjir Terjang 4 Desa di Tambora Bima, 204 Rumah Terdampak

Bima, Jurnalekbis.com – Banjir melanda empat desa di Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Minggu (22/2/2026) dini hari. Sedikitnya 204 unit rumah terdampak dan ratusan warga sempat terisolasi setelah hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang mengguyur wilayah itu sejak Sabtu malam.

Data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB menyebutkan banjir terjadi sekitar pukul 05.00 WITA. Hujan dengan intensitas tinggi mulai turun pada Sabtu (21/2) pukul 22.25 WITA dan berlangsung hingga sekitar pukul 01.00 WITA.

Empat desa terdampak berada di Kecamatan Tambora, yakni Desa Labuan Kananga, Desa Kawinda Na’e, Desa Rasabou, dan Desa Oi Panihi.

Di Desa Labuan Kananga, dampak paling besar tercatat di tiga dusun. Dusun Sarae terdampak 51 kepala keluarga (KK), Dusun Mada Oi 22 KK, dan Dusun Na’e 67 KK. Total sebanyak 140 unit rumah atau 140 KK dengan 526 jiwa terdampak di desa ini.

Baca Juga :  PMKI Curi Perhatian di FORNAS VIII NTB, Senam Jadi Gaya Hidup Sehat

Selain permukiman warga, banjir juga merendam dua fasilitas pendidikan, yakni SDN 1 Labuan Kananga dan SDN 2 Labuan Kananga. Satu unit Masjid At-Taqwa, Kantor Desa Labuan Kananga, serta satu unit pasar turut terendam.

Di Desa Kawinda Na’e, Dusun Soro Bura mencatat 20 unit rumah terdampak yang dihuni 20 KK atau 65 jiwa. Sementara di Desa Rasabou, sebanyak 44 unit rumah milik 44 KK atau 135 jiwa terdampak, tersebar di tiga RT. Rinciannya, RT 02 sebanyak 3 rumah, RT 03 sebanyak 36 rumah, dan RT 04 sebanyak 5 rumah.

Adapun di Desa Oi Panihi, banjir mengakibatkan satu ruas jalan provinsi mengalami kerusakan sehingga sempat mengganggu akses transportasi warga.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Sadimin, mengatakan tim reaksi cepat segera diterjunkan begitu laporan diterima. Koordinasi dilakukan bersama camat, aparat desa, TNI/Polri, hingga unsur masyarakat setempat.

Baca Juga :  Kado HLN ke-78, PLN NTB Nyalakan Listrik Warga Desa Labuhan Aji di Pulau Moyo Selama 24 Jam

“Tim BPBD langsung melakukan pengamatan, pendataan, dan kaji cepat di lokasi terdampak serta melakukan penanganan darurat bencana,” ujar Sadimin dalam keterangannya.

Menurut dia, BPBD juga berkoordinasi dengan dinas terkait di tingkat kabupaten dan provinsi untuk penanganan lanjutan sesuai kewenangan masing-masing.

Saat ini kondisi banjir dilaporkan telah surut. Meski demikian, kebutuhan mendesak masih diperlukan warga terdampak, terutama bantuan tanggap darurat, logistik, dan peralatan.

Sadimin mengingatkan masyarakat NTB untuk tetap waspada mengingat wilayah ini telah memasuki puncak musim hujan. Berdasarkan prakiraan cuaca dasarian III Februari 2026 (21–28 Februari), peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 mm per dasarian mencapai 80 hingga lebih dari 90 persen dan berpotensi terjadi hampir di seluruh wilayah NTB.

Baca Juga :  Truk Boks Tabrak Warung dan Motor di Bay Pass BIL Lombok Barat, Balita Tewas, Tiga Luka-Luka

Selain itu, peluang hujan dengan intensitas di atas 100 mm per dasarian juga mencapai 80 hingga lebih dari 90 persen, terutama di Kota Mataram, sebagian Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, serta sebagian wilayah Sumbawa Barat dan Sumbawa.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir bandang, angin puting beliung, tanah longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan. Jika terjadi kondisi darurat, segera melapor ke BPBD, kantor camat, pemerintah desa, Babinsa, atau Bhabinkamtibmas setempat,” kata Sadimin.

BPBD memastikan pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan hujan susulan yang dapat memicu bencana hidrometeorologi lanjutan di wilayah NTB, khususnya Kabupaten Bima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *