Mataram, Jurnalekbis.com – Seorang balita berinisial WS (1 tahun 3 bulan) ditemukan meninggal dunia setelah hanyut di aliran Kali Seganteng, Desa Nyiur Lembang, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (27/2/2026). Korban sempat dilaporkan hilang saat bermain di dekat rumahnya sebelum akhirnya ditemukan warga dalam kondisi tak bernyawa.
Peristiwa itu pertama kali dilaporkan warga ke jajaran Polresta Mataram sekitar pukul 14.00 WITA. Petugas dari Perwira Samapta (Pamapta) bersama Unit Identifikasi Satreskrim dan personel Polsek Narmada langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi serta olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kasi Humas Polresta Mataram, Iptu Subhan, mengatakan korban diketahui merupakan warga Dusun Nyiur Lembang Daye, Desa Nyiur Lembang. Berdasarkan keterangan keluarga, balita tersebut sehari-hari diasuh oleh neneknya.
“Korban dilaporkan hanyut di aliran Kali Seganteng. Setelah menerima laporan, anggota langsung bergerak ke lokasi untuk membantu evakuasi dan melakukan pemeriksaan awal,” kata Subhan saat dikonfirmasi, Jumat sore.
Dari informasi yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 11.00 WITA. Saat itu, korban sedang bermain di atas gundukan pasir yang berjarak kurang lebih 10 meter dari bibir kali. Nenek korban disebut sempat meninggalkannya sejenak untuk memutar antena televisi di depan rumah atas permintaan ibu kandung korban.
Namun ketika kembali, sang nenek tidak lagi melihat keberadaan cucunya di lokasi semula. Kepanikan pun terjadi. Keluarga bersama warga sekitar segera melakukan pencarian di sekitar rumah hingga ke aliran kali yang berada tak jauh dari permukiman.
Tak berselang lama, seorang warga bernama Susan Hadi yang hendak menuju pancuran melihat benda mencurigakan hanyut dari arah hulu sungai. Saat didekati, benda tersebut ternyata tubuh seorang anak kecil.

“Saksi langsung berteriak meminta bantuan warga lain. Korban kemudian diangkat dari aliran kali dan segera dibawa ke Klinik Asoka untuk mendapatkan pertolongan,” ujar Subhan.
Sayangnya, upaya penyelamatan tak membuahkan hasil. Berdasarkan pemeriksaan medis di klinik, korban dinyatakan telah meninggal dunia sebelum tiba di fasilitas kesehatan tersebut.
“Petugas medis menyampaikan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa saat tiba di klinik,” katanya.
Keluarga korban yang mengetahui kabar tersebut tampak terpukul. Meski demikian, pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.
“Keluarga menolak autopsi dan menerima kejadian ini dengan ikhlas,” tambah Subhan.
Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan pemeriksaan awal. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Peristiwa ini menambah daftar kasus kecelakaan anak di sekitar aliran sungai yang terjadi di wilayah Lombok Barat. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan pengasuh, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama balita, yang bermain di sekitar area berisiko seperti sungai, saluran irigasi, maupun kolam terbuka.
“Pengawasan orang tua sangat penting untuk mencegah kejadian serupa. Balita memiliki rasa ingin tahu tinggi dan belum memahami bahaya di sekitarnya,” tutup Subhan.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi keluarga agar tidak lengah, meski hanya beberapa menit, ketika anak berada di dekat sumber air yang berpotensi membahayakan keselamatan.














