Mataram, Jurnalekbis.com – Gempabumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (28/2/2026) pukul 03.21.28 WITA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tidak berpotensi tsunami, namun getarannya dirasakan di sejumlah daerah.
Berdasarkan analisis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, episenter gempa terletak pada koordinat 7,79° Lintang Selatan dan 117,35° Bujur Timur. Lokasinya berada di laut, sekitar 78 kilometer di utara Kabupaten Sumbawa, dengan kedalaman 18 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Sumawan, menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di dasar laut.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposentrumnya, gempa bumi ini termasuk jenis dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Mekanisme sumber menunjukkan pergerakan sesar mendatar atau strike-slip,” ujar Sumawan.
Gempa dangkal umumnya terasa lebih kuat di permukaan meski magnitudonya tidak terlalu besar. Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap) BMKG dan laporan masyarakat, getaran dirasakan di Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Bima, serta Kabupaten Lombok Timur dengan intensitas II MMI.
Pada skala II MMI (Modified Mercalli Intensity), getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
BMKG juga mencatat adanya aktivitas gempa susulan setelah gempa utama. Hingga pukul 04.10 WITA, hasil monitoring menunjukkan telah terjadi tujuh kali gempa susulan (aftershock).

“Gempa susulan merupakan hal yang wajar setelah gempa utama. Kami menghimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” kata Sumawan.
Ia menegaskan pentingnya masyarakat memperoleh informasi dari sumber resmi guna menghindari kabar bohong atau hoaks yang kerap beredar pasca gempa.
BMKG meminta warga hanya mengakses informasi melalui kanal resmi yang telah terverifikasi, seperti media sosial @infoBMKG, situs web resmi BMKG, maupun aplikasi InfoBMKG dan WRS-BMKG yang tersedia di perangkat iOS dan Android.
Secara geografis, wilayah NTB memang berada di kawasan rawan gempa karena dipengaruhi aktivitas tektonik pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Selain itu, keberadaan sesar aktif di darat maupun laut turut meningkatkan potensi aktivitas seismik di kawasan tersebut.
Meski demikian, BMKG memastikan gempa M4,7 ini tidak berpotensi tsunami karena tidak memenuhi parameter pemicu gelombang laut besar. Kedalaman gempa yang relatif dangkal menjadi faktor utama getaran terasa di beberapa kabupaten sekitar pusat gempa.
Sejumlah warga di Sumbawa mengaku merasakan getaran singkat yang membangunkan mereka dari tidur. “Terasa sebentar, sekitar beberapa detik. Lampu gantung goyang, tapi tidak ada barang jatuh,” ujar salah seorang warga di Kecamatan Alas melalui sambungan telepon.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Jika terjadi gempa yang lebih kuat, warga diminta segera berlindung di tempat aman, menjauhi bangunan retak, serta mengikuti prosedur keselamatan kebencanaan.
Perkembangan informasi terkait gempa ini akan terus diperbarui sesuai hasil monitoring BMKG. Hingga Sabtu pagi, situasi di wilayah terdampak dilaporkan kondusif dan aktivitas














