NewsNusantara

Camat Selong: Generasi Masa Depan Harus Berkarakter, Kreatif, dan Melek Literasi

×

Camat Selong: Generasi Masa Depan Harus Berkarakter, Kreatif, dan Melek Literasi

Sebarkan artikel ini
Camat Selong: Generasi Masa Depan Harus Berkarakter, Kreatif, dan Melek Literasi

Lombok Timur, Jurnalekbis.com – Camat Selong, Lalu Ridho Arini, menghadiri puncak kegiatan Semarak Ramadan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Yayasan Khairu Ummah Nusra, Sabtu (7/3) sore. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya pendidikan yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga menanamkan karakter, kreativitas, dan literasi sebagai bekal generasi muda menghadapi tantangan zaman.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Nurul Fikri Selong itu dihadiri jajaran pengurus yayasan, tenaga pendidik, tokoh masyarakat, serta para siswa. Suasana acara berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan hingga menjelang waktu berbuka puasa.

Dalam sambutannya, Lalu Ridho Arini menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi lembaga pendidikan tersebut dalam membina generasi muda di Kabupaten Lombok Timur, khususnya di Kecamatan Selong.

Menurutnya, SIT Nurul Fikri Selong telah menunjukkan peran strategis sebagai lembaga pendidikan yang mampu melahirkan siswa dengan prestasi yang seimbang antara bidang akademik dan non-akademik.

Baca Juga :  Dari Asian Games hingga MMA, Ini Kisah Dokter Olahraga NTB Tangani Kasus Gawat Atlet

“Saya mengapresiasi dedikasi SIT Nurul Fikri Selong yang selama ini telah berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berprestasi di berbagai bidang lainnya,” ujar Ridho di hadapan para undangan.

Ia menilai lembaga pendidikan berbasis nilai keislaman seperti yang dikelola Yayasan Khairu Ummah Nusra memiliki peran penting dalam membangun fondasi karakter generasi muda di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.

Dalam arahannya, Camat Selong menekankan tiga komponen utama pendidikan yang menurutnya harus menjadi pondasi kuat bagi setiap peserta didik agar mampu menghadapi dinamika masa depan.

Komponen pertama adalah pembentukan karakter berbasis moral dan akhlak. Ridho menegaskan bahwa kecerdasan intelektual tidak akan berarti tanpa didukung oleh nilai moral yang kuat.

“Pendidikan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk karakter. Intelektualitas harus berjalan seiring dengan akhlak yang baik agar generasi kita tumbuh menjadi pribadi yang jujur dan beradab,” katanya.

Komponen kedua adalah kreativitas. Ia menjelaskan bahwa di tengah era disrupsi global saat ini, kemampuan berpikir kritis dan kreatif menjadi kebutuhan utama bagi generasi muda.

Baca Juga :  Satgas Preventif Amankan Gudang Logistik dan Kantor KPU Kota Bima Jelang Pemilu Serentak 2024

Ridho mengingatkan bahwa peserta didik tidak cukup hanya menjadi penerima ilmu pengetahuan. Mereka harus didorong untuk menjadi inovator yang mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan sosial di lingkungannya.

“Kita ingin anak-anak kita tidak hanya menjadi konsumen ilmu, tetapi juga mampu menjadi pencipta gagasan dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, komponen ketiga yang ditekankan adalah literasi. Ridho menilai pemahaman literasi saat ini telah berkembang jauh melampaui sekadar kemampuan membaca dan menulis.

Menurutnya, literasi juga mencakup kemampuan mengolah dan memverifikasi informasi secara kritis. Hal ini menjadi penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.

“Literasi adalah kemampuan untuk memahami informasi dengan bijak. Anak-anak harus memiliki filter mental yang kuat agar tidak mudah terprovokasi oleh hoaks atau informasi yang dapat memecah belah,” jelasnya.

Baca Juga :  Polda NTB Ikuti Sosialisasi Food Safety Polri, Perkuat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

Kegiatan Semarak Ramadan tersebut ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Momen kebersamaan kemudian berlanjut dengan buka puasa bersama tepat saat azan Magrib berkumandang.

Bagi pihak yayasan, kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang mempererat hubungan antara dunia pendidikan, masyarakat, dan pemerintah.

Interaksi yang terbangun dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan kondusif di wilayah Selong.

Melalui kolaborasi yang baik antara pemerintah kecamatan, lembaga pendidikan, serta masyarakat, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, kreatif, dan berpegang teguh pada nilai-nilai religius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *