NewsNusantara

Balita 2,5 Tahun Hilang di Sembalun, Tim SAR Sisir Sungai dan Area Rumah

×

Balita 2,5 Tahun Hilang di Sembalun, Tim SAR Sisir Sungai dan Area Rumah

Sebarkan artikel ini
Balita 2,5 Tahun Hilang di Sembalun, Tim SAR Sisir Sungai dan Area Rumah

Lombok Timur, Jurnalekbis.com – Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap seorang balita laki-laki bernama Muhammad Rafid Zaki (2,5) yang dilaporkan hilang di Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Hingga Senin (9/3) sore, keberadaan korban belum juga ditemukan meski proses pencarian telah dilakukan sejak laporan diterima pada pagi hari.

Balita tersebut diketahui hilang sejak Minggu (8/3) pagi. Diduga, korban terakhir terlihat sedang bermain di depan rumahnya sebelum akhirnya menghilang tanpa diketahui keberadaannya. Pencarian kini difokuskan pada area sekitar rumah korban serta aliran sungai yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi melalui Koordinator Pos SAR Kayangan, M. Darwis, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kehilangan dari Kapolsek Sembalun Burhanudin pada Senin pagi. Setelah menerima informasi tersebut, tim SAR langsung dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian.

Baca Juga :  Gunakan PLN Mobile, Laporkan Gangguan Listrik dengan Mudah

“Setelah menerima laporan dari pihak kepolisian, tim rescue dari Kantor SAR Mataram dan Pos SAR Kayangan langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan pencarian,” kata Darwis dalam keterangan yang diterima, Senin (9/3).

Berdasarkan kronologi yang dihimpun dari pihak keluarga, peristiwa bermula ketika korban bermain di depan rumahnya pada Minggu pagi. Saat itu, sang ibu meninggalkan anaknya sejenak di sekitar genangan air yang berada di dekat rumah mereka.

Namun sekitar 30 menit kemudian, ketika sang ibu kembali ke lokasi tempat anaknya bermain, korban sudah tidak terlihat. Kondisi tersebut langsung membuat keluarga panik dan segera melakukan pencarian di sekitar rumah serta lingkungan terdekat.

“Pihak keluarga bersama aparat setempat langsung melakukan pencarian mandiri di sekitar rumah, termasuk menyisir aliran sungai yang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi kejadian,” ujar Darwis.

Meski berbagai upaya telah dilakukan secara spontan oleh keluarga dan warga sekitar, hingga saat itu korban belum juga ditemukan. Karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, pihak keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian setempat.

Baca Juga :  Kapolda NTB Irjen Pol. Hadi Gunawan Kunjungi Polres Lobar

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR yang tiba di lokasi langsung melakukan koordinasi dengan berbagai unsur terkait untuk menentukan strategi pencarian. Area pencarian kemudian dibagi ke dalam beberapa sektor untuk memaksimalkan penyisiran.

Tim SAR gabungan juga melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai yang berada di dekat rumah korban. Sungai tersebut menjadi salah satu titik fokus pencarian karena jaraknya hanya sekitar 10 meter dari lokasi terakhir korban terlihat.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur gabungan, di antaranya Tim Rescue Kantor SAR Mataram, Pos SAR Kayangan, Polsek Sembalun, SAR Unit Lombok Timur, Damkarmat Lombok Timur, BPBD Lombok Timur, TSBK Bima, Satpol PP, Tagana, serta masyarakat dan relawan setempat.

Baca Juga :  Dua Terduga Curanmor Diringkus Tim Resmob Polresta Mataram

Keterlibatan banyak pihak diharapkan dapat mempercepat proses pencarian dan meningkatkan peluang menemukan korban secepat mungkin.

“Tim di lapangan masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan aliran sungai. Kami berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” kata Darwis.

Sementara itu, warga sekitar juga ikut membantu proses pencarian dengan menyisir area kebun, pemukiman, serta jalur-jalur yang memungkinkan dilalui oleh korban. Hingga Senin sore, operasi pencarian masih terus berlangsung.

Tim SAR memastikan bahwa upaya pencarian akan terus dilakukan secara intensif hingga ada perkembangan terbaru terkait keberadaan balita tersebut. Situasi di lokasi juga masih dipantau oleh aparat dan relawan yang terlibat dalam operasi SAR.

Hingga berita ini diturunkan, Muhammad Rafid Zaki masih dinyatakan hilang dan proses pencarian oleh tim SAR gabungan masih terus berlangsung di wilayah Desa Sembalun Lawang dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *