NewsNusantara

Gempa M 3,5 Guncang Sumbawa Pagi Ini, BMKG: Dipicu Sesar Aktif Darat

×

Gempa M 3,5 Guncang Sumbawa Pagi Ini, BMKG: Dipicu Sesar Aktif Darat

Sebarkan artikel ini
Gempa M 3,5 Guncang Sumbawa Pagi Ini, BMKG: Dipicu Sesar Aktif Darat

Mataram, Jurnalekbis.com – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 3,5 mengguncang wilayah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu pagi (11/3/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di darat.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa terjadi pada pukul 08.56.47 WITA dengan episenter berada pada koordinat 8,53° Lintang Selatan dan 117,24° Bujur Timur. Pusat gempa terletak sekitar 21 kilometer barat Kabupaten Sumbawa dengan kedalaman 10 kilometer.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Sumawan, menjelaskan bahwa karakteristik kedalaman gempa menunjukkan peristiwa tersebut termasuk kategori gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas struktur geologi aktif di wilayah tersebut.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif di darat,” ujar Sumawan dalam keterangan resminya, Rabu.

Baca Juga :  Quantum of the Seas, Kapal Pesiar Terbesar Sandar di Lombok Barat

Gempa tersebut sempat dirasakan oleh sebagian warga di wilayah Kabupaten Sumbawa. Berdasarkan laporan masyarakat serta analisis peta guncangan atau shakemap yang dikeluarkan BMKG, intensitas getaran berada pada level II MMI (Modified Mercalli Intensity).

Pada skala tersebut, getaran umumnya hanya dirasakan oleh beberapa orang di dalam rumah. Benda-benda ringan yang digantung juga dapat terlihat bergoyang, namun dampaknya relatif kecil.

“Guncangan dirasakan di wilayah Kabupaten Sumbawa pada skala II MMI, artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang,” jelas Sumawan.

Meski sempat menimbulkan getaran ringan, BMKG memastikan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban akibat peristiwa gempa tersebut.

Baca Juga :  Penyelam Hilang di Perairan Elong-Elong Lombok Timur, Sepatu Katak Ditemukan

Sejumlah warga yang merasakan getaran mengaku hanya merasakan gempa selama beberapa detik. Aktivitas masyarakat pun tetap berjalan normal setelah getaran berhenti.

BMKG juga terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut untuk memastikan tidak terjadi peningkatan aktivitas gempa yang signifikan.

“Hingga Rabu, 11 Maret 2026 pukul 09.50 WITA, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum ada aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock,” kata Sumawan.

Wilayah Nusa Tenggara Barat sendiri memang termasuk daerah yang cukup aktif secara tektonik karena berada di zona pertemuan beberapa struktur geologi penting. Aktivitas sesar lokal di darat maupun interaksi lempeng di kawasan sekitar sering memicu gempa dengan kekuatan kecil hingga menengah.

Baca Juga :  Terus Dorong Optimalisasi Pemanfaatan FABA, PLN Berikan Bantuan Mesin Cetak Paving Block dan Batako

Meski demikian, sebagian besar gempa dengan magnitudo kecil seperti yang terjadi di Sumbawa umumnya tidak menimbulkan kerusakan serius.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga juga diminta selalu mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi BMKG.

Selain itu, masyarakat di wilayah rawan gempa diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan serta memahami langkah-langkah mitigasi bencana sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa bumi di masa mendatang.

BMKG juga menegaskan bahwa informasi resmi terkait gempa bumi dapat diakses melalui situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, maupun kanal media sosial resmi lembaga tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *