Lombok Utara, Jurnalekbis.com – Kebakaran hebat melanda kawasan usaha wisata di Dusun Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Kamis (12/3/2026) pagi. Sejumlah bar, restoran, dan bangunan usaha dilaporkan hangus dilalap api. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Api pertama kali diketahui sekitar pukul 06.30 WITA setelah warga mendengar pengumuman kebakaran melalui pengeras suara masjid. Petugas dari Pos Pemadam Kebakaran Gili Trawangan yang sedang siaga langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Utara, Erwin Rahardi, mengatakan kebakaran dengan cepat membesar karena sebagian besar bangunan di kawasan tersebut menggunakan material mudah terbakar seperti ilalang dan kayu.
“Ketika kami menerima laporan, anggota langsung meluncur ke lokasi. Namun api cepat membesar karena bahan bangunan di sana banyak yang menggunakan ilalang dan kayu,” kata Erwin.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 06.45 WITA. Saat itu, api sudah membakar dua bangunan utama yakni Sama Sama Bar serta Ocean Bar and Restaurant. Kobaran api yang membesar membuat proses pemadaman cukup sulit.
Tim pemadam kebakaran kemudian melakukan penyerangan langsung ke titik-titik api menggunakan armada roda tiga yang tersedia di Pos Trawangan. Proses pemadaman juga dibantu warga sekitar yang berupaya memadamkan api dari berbagai arah.
“Anggota langsung melakukan penyerangan ke titik api dan dibantu masyarakat sekitar. Setelah pertempuran selama beberapa jam, api akhirnya bisa dijinakkan,” ujarnya.
Api berhasil dikendalikan setelah proses pemadaman berlangsung sekitar tiga jam. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan hingga memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran lanjutan.
“Sekitar pukul 09.00 api sudah berhasil dipadamkan. Setelah itu kami melakukan pendinginan dan penyisiran area untuk memastikan tidak ada lagi titik api,” kata Erwin.
Berdasarkan laporan sementara, sejumlah bangunan usaha yang terdampak kebakaran antara lain Sama Sama Bar and Restaurant dengan luas sekitar 8 are yang dilaporkan habis terbakar. Selain itu, Ocean Bar and Restaurant beserta dapurnya juga hangus dilalap api dengan luas sekitar lima are.
Kebakaran juga merusak beberapa bangunan lain di sekitarnya, termasuk atap ilalang Manta Dive Bar dan sebagian atap bungalow Manta Dive. Selain itu, bangunan Gili Mart serta Hallo Capitano juga dilaporkan terbakar. Sementara bagian atap restoran Diversia turut terdampak kebakaran.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, satu orang dilaporkan mengalami luka ringan. Korban merupakan staf Sama Sama Bar yang mengalami cedera pada lengan setelah terjatuh dari tangga saat berusaha menyelamatkan diri.
Hingga kini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Aparat kepolisian bersama petugas terkait telah melakukan koordinasi di lokasi kejadian untuk mengumpulkan informasi dan memastikan penyebab kebakaran.
Kerugian materi akibat peristiwa ini juga belum dapat dipastikan karena proses pendataan masih dilakukan oleh petugas.
Erwin mengungkapkan bahwa peristiwa ini kembali menunjukkan keterbatasan sarana pemadam kebakaran di kawasan Gili Trawangan. Saat ini pos pemadam di pulau wisata tersebut hanya memiliki armada roda tiga yang dinilai kurang optimal untuk menangani kebakaran skala besar.
“Kalau di sana kita hanya menggunakan armada roda tiga. Untuk kondisi bangunan yang padat seperti di Gili, sebenarnya lebih ideal menggunakan kendaraan minimal tipe pick up atau Grand Max,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah daerah telah menerima laporan terkait kebutuhan penambahan armada dan personel pemadam kebakaran di kawasan tiga gili, yakni Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air.
Selain itu, ia juga mengingatkan para pelaku usaha di kawasan wisata tersebut agar lebih memperhatikan standar keselamatan kebakaran. Salah satunya dengan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) serta sistem pencegahan kebakaran di masing-masing bangunan.
“Harapan kami pelaku usaha bisa lebih memahami standar keamanan bangunan. Minimal menyiapkan APAR dan alat pemadam portable agar bisa melakukan penanganan awal sebelum api membesar,” katanya.
Ia menambahkan bahwa sebagian besar bangunan di Gili Trawangan memang masih menggunakan material alami seperti ilalang dan kayu yang mudah terbakar. Kondisi ini membuat risiko kebakaran menjadi lebih tinggi jika tidak diimbangi dengan sistem pencegahan yang memadai.
“Karena bahan bangunan banyak dari ilalang dan kayu, maka standar pencegahan kebakaran harus benar-benar diperhatikan,” ujar Erwin.
Setelah memastikan kondisi lokasi aman, seluruh anggota pemadam kebakaran kembali siaga di Pos Damkar Gili Trawangan untuk mengantisipasi kemungkinan kejadian serupa.














