Lombok Barat, Jurnalekbis.com — Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Lombok Barat mencatatkan prestasi membanggakan dalam ajang Semarak Ramadan 1447 H yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Barat. Dalam kegiatan tersebut, warga binaan Lapas Lombok Barat berhasil meraih tiga juara pertama dan satu juara kedua dari sejumlah cabang lomba keagamaan yang dipertandingkan.
Ajang yang memasuki tahun kedua penyelenggaraan ini menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian warga binaan selama bulan suci Ramadan. Seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di wilayah NTB turut ambil bagian dalam perlombaan tersebut.
Dalam kompetisi tersebut, warga binaan Lapas Lombok Barat berhasil meraih Juara I Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dengan skor 94,5, Juara I Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) dengan skor 98, serta Juara I Lomba Hadrah dengan nilai 145. Selain itu, Lapas Lombok Barat juga meraih Juara II pada cabang Lomba Pidato Keagamaan dengan skor 99.

Penghargaan bagi para pemenang lomba diserahkan dalam kegiatan Safari Ramadan Kanwil Ditjenpas NTB yang digelar di Lapas Kelas IIA Lombok Barat pada Jumat (13/3/2026).
Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, mengatakan partisipasi warga binaan dalam kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen pembinaan spiritual yang terus didorong di dalam lapas.
“Melalui lomba ini kami memberikan ruang positif bagi warga binaan untuk meningkatkan keimanan, kepercayaan diri, serta membangun karakter yang lebih baik,” ujarnya.
Adapun cabang lomba yang dipertandingkan dalam Semarak Ramadan 1447 H meliputi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Pidato Keagamaan, serta seni Hadrah. Penilaian lomba dilakukan oleh dewan juri profesional dari Korps Mubaligh Hidayatullah (KMH) NTB.
Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan NTB, Agung Krisna, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan keagamaan di dalam lapas berjalan dengan baik.
“Lomba ini menunjukkan pembinaan keagamaan di setiap UPT benar-benar hidup. Momentum Ramadan harus menjadi ruang untuk terus memperbaiki diri,” ujarnya.














