NewsNusantara

Basarnas Siaga Lebaran 2026: SAR Mataram Gelar Apel Pasukan, Antisipasi 143 Juta Pemudik

×

Basarnas Siaga Lebaran 2026: SAR Mataram Gelar Apel Pasukan, Antisipasi 143 Juta Pemudik

Sebarkan artikel ini
Basarnas Siaga Lebaran 2026: SAR Mataram Gelar Apel Pasukan, Antisipasi 143 Juta Pemudik

Mataram, Jurnalekbis.com– Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mataram resmi memulai Siaga SAR Khusus Lebaran 1447 Hijriah/2026 dengan menggelar apel pasukan dan peralatan di halaman Kantor SAR Mataram, Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini menjadi penanda kesiapsiagaan personel serta armada SAR dalam mengantisipasi potensi kecelakaan dan bencana selama periode mudik dan libur Lebaran.

Apel tersebut dipimpin langsung Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi. Dalam kesempatan itu, ia membacakan amanat Kepala Basarnas yang menekankan pentingnya kesiapan seluruh unsur penyelamatan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada momen Lebaran tahun ini.

Menurut Hariyadi, berdasarkan hasil survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, mobilitas masyarakat selama periode Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang secara nasional. Meski angka tersebut sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya, jumlahnya tetap sangat besar sehingga membutuhkan kesiapsiagaan tinggi dari seluruh unsur penanggulangan kedaruratan.

“Potensi kerawanan tetap tinggi. Kemacetan di jalan raya, kecelakaan moda transportasi, hingga kecelakaan di lokasi wisata berpeluang besar terjadi saat masyarakat merayakan libur Lebaran,” kata Hariyadi saat membacakan sambutan dalam apel tersebut.

Baca Juga :  Perempuan Berdaya, Demokrasi Semakin Kuat: Apresiasi Tinggi Mi6 untuk Kandidat Pilkada Serentak 2024

Ia menegaskan, momen mudik dan libur panjang sering kali memicu peningkatan risiko kecelakaan transportasi darat, laut, maupun udara. Selain itu, destinasi wisata yang dipadati pengunjung juga menjadi titik rawan yang membutuhkan pengawasan ekstra dari tim penyelamat.

Tidak hanya faktor mobilitas masyarakat, tantangan Siaga SAR Khusus Lebaran tahun ini juga dipengaruhi kondisi cuaca. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami curah hujan menengah hingga tinggi dalam beberapa pekan ke depan.

Kondisi tersebut dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, hingga angin puting beliung. Karena itu, Basarnas meminta seluruh unit SAR di daerah meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan personel.

“Terdapat kombinasi fase bulan baru pada 19 Maret dan fase perigee pada 22 Maret yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut,” ujar Hariyadi.

Baca Juga :  Kebakaran Lahan 3 Hektar di Kayangan, Polsek dan Damkar Berhasil Padamkan Api

Fenomena tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko banjir rob di wilayah pesisir, termasuk di sejumlah kawasan wisata pantai yang biasanya ramai dikunjungi saat libur Lebaran.

Untuk mengantisipasi berbagai potensi kedaruratan tersebut, Basarnas menetapkan masa Siaga SAR Khusus Lebaran berlangsung mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Selama periode itu, seluruh personel SAR akan disiagakan bersama berbagai peralatan utama pencarian dan pertolongan.

Kantor SAR Mataram juga memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah, serta unsur potensi SAR lainnya seperti relawan dan organisasi kemanusiaan.

Hariyadi menekankan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan respons cepat dan efektif jika terjadi kondisi darurat selama masa mudik dan liburan.

Baca Juga :  PWI NTB dan Alfamart Salurkan Sembako untuk Nelayan Terdampak Banjir di Lombok Barat

“Seluruh jajaran diminta mengedepankan profesionalisme serta memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Selain kesiapan peralatan dan koordinasi, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik personel yang akan bertugas selama masa siaga. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia merupakan faktor krusial dalam keberhasilan operasi pencarian dan pertolongan.

Ia menambahkan, pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa setiap periode Lebaran memiliki karakteristik risiko yang berbeda. Oleh karena itu, evaluasi dan peningkatan kualitas operasi SAR harus terus dilakukan.

“Harus ada peningkatan kualitas dari tahun ke tahun dan mengupayakan zero accident dalam pelaksanaannya, mengingat permasalahan yang dihadapi tiap tahun berbeda,” pungkasnya.

Dengan dimulainya Siaga SAR Khusus Lebaran 2026, Basarnas berharap seluruh masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman, sementara tim penyelamat tetap siaga menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *