Hukrim

Pemuda 18 Tahun Tewas di Kamar Rumahnya Saat Sahur di Lombok Barat

×

Pemuda 18 Tahun Tewas di Kamar Rumahnya Saat Sahur di Lombok Barat

Sebarkan artikel ini
Pemuda 18 Tahun Tewas di Kamar Rumahnya Saat Sahur di Lombok Barat

Lombok Barat, Jurnalekbis.com– Warga Perumahan Pemda, Jalan Raya Rajumas Blok AE 01, Kelurahan Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), digegerkan oleh penemuan seorang pemuda berinisial ADS (18) yang ditemukan meninggal dunia di kamar rumahnya, Minggu (15/3/2026) dini hari.

Peristiwa tragis itu terungkap saat keluarga korban hendak membangunkannya untuk makan sahur bersama. Namun, upaya tersebut justru berujung kepanikan setelah korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar.

Kepolisian Resor Lombok Barat yang menerima laporan dari Polsek Gerung langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Lombok Barat AKBP Yasmara Harahap melalui Kapolsek Gerung AKP Lale Dewi Lungit Tanauran mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada Minggu dini hari. Petugas kemudian segera menuju rumah korban untuk memastikan situasi serta melakukan identifikasi awal.

Baca Juga :  Penyandang Disabilitas di Mataram Jadi Tersangka Kekerasan Seksual

“Kami menerima laporan adanya seorang warga yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya. Setelah mendapat informasi tersebut, anggota langsung menuju TKP untuk melakukan pengamanan lokasi dan identifikasi awal,” ujar AKP Lale Dewi dalam keterangan yang diterima.

Penanganan di lokasi kejadian dilakukan sekitar pukul 04.30 WITA oleh personel gabungan dari Polsek Gerung bersama unit terkait. Petugas melakukan pengamanan area sekaligus mengumpulkan keterangan dari keluarga serta saksi yang berada di lokasi.

Berdasarkan keterangan sementara yang dihimpun polisi, ADS terakhir kali terlihat oleh keluarga pada Sabtu (14/3) sekitar pukul 22.00 WITA. Saat itu korban masuk ke kamar pribadinya dan tidak lagi terlihat keluar hingga menjelang waktu sahur.

Ketika waktu sahur tiba, keluarga berusaha membangunkan korban seperti biasanya agar dapat makan bersama. Namun setelah beberapa kali pintu kamar diketuk, tidak ada respons dari dalam.

Merasa curiga, adik korban yang berinisial AO kemudian mencoba membuka pintu kamar tersebut. Saat pintu terbuka, keluarga mendapati ADS sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi leher terikat pada terali jendela kamar.

Baca Juga :  Komnas HAM RI Sidak Mataram: Tekan Polisi Usut Tuntas Kasus Ponpes.

Keluarga yang panik kemudian menghubungi paman korban berinisial DS untuk membantu menurunkan jenazah. Setelah itu, peristiwa tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditangani lebih lanjut.

Petugas yang tiba di lokasi kemudian melakukan pemeriksaan awal serta mengamankan sejumlah barang yang berada di sekitar lokasi sebagai bagian dari prosedur penyelidikan.

Sekitar pukul 06.30 WITA, jenazah korban dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara Mataram menggunakan ambulans dari Puskesmas Dasan Tapen guna menjalani pemeriksaan medis atau visum.

Dari hasil pemeriksaan luar oleh tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik lain pada tubuh korban selain luka di bagian leher. Tim medis juga mencatat adanya kondisi lidah tergigit yang lazim ditemukan pada kasus gantung diri.

Baca Juga :  Insiden Haru di Pengadilan Mataram, Ibu Terdakwa Pingsan

Meski demikian, pihak kepolisian sempat menyarankan agar dilakukan autopsi untuk memastikan secara medis penyebab kematian korban. Namun pihak keluarga menolak prosedur tersebut.

“Pihak keluarga menyampaikan telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah dan secara resmi menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi,” kata AKP Lale Dewi.

Setelah seluruh prosedur pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Rencananya, almarhum akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gerung setelah pelaksanaan salat Dzuhur.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan peristiwa tersebut kepada aparat yang berwenang. Polisi juga meminta masyarakat memberikan dukungan moral kepada keluarga korban yang tengah berduka atas kejadian tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *