NewsNusantara

Penemuan Mayat di Sungai Remeneng Narmada Gegerkan Warga, Korban Tanpa Identitas

×

Penemuan Mayat di Sungai Remeneng Narmada Gegerkan Warga, Korban Tanpa Identitas

Sebarkan artikel ini
Penemuan Mayat di Sungai Remeneng Narmada Gegerkan Warga, Korban Tanpa Identitas

Lombok Barat, Jurnalekbis.com– Warga Dusun Batu Kuta Utara, Desa Batu Kuta, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas yang mengambang di aliran Sungai Remeneng, Senin pagi. Hingga kini, identitas korban masih belum diketahui dan kasus tersebut tengah diselidiki oleh pihak kepolisian.

Mayat pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Reni Yudiansah sekitar pukul 07.00 Wita saat hendak mengantar anaknya ke sekolah. Saat melintas di sekitar sungai, ia melihat sesuatu mengapung di tengah aliran air.

Awalnya, saksi mengira benda tersebut hanya tumpukan sampah atau karung. Namun setelah diamati lebih dekat, ia menduga benda tersebut adalah tubuh manusia yang mengambang di sungai.

Kapolsek Narmada AKP I Kadek Ariawan mengatakan saksi kemudian segera melaporkan temuan tersebut kepada perangkat dusun setempat sebelum akhirnya diteruskan kepada pihak kepolisian.

“Ada saksi atas nama Reni Yudiansah yang saat itu sedang mengantar anaknya ke sekolah dan melihat sesuatu di tengah sungai. Awalnya dikira hanya benda atau sampah, namun setelah diperhatikan lebih jelas diduga mayat yang mengambang,” ujar AKP I Kadek Ariawan.

Baca Juga :  Sidak RSUD Praya: DPRD Lombok Tengah Geram!

Setelah menerima laporan tersebut, pihak kepolisian bersama aparat desa dan Bhabinkamtibmas segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban.

“Setelah mendapat laporan, kami bersama anggota langsung menuju TKP untuk melakukan pengecekan dan melakukan evakuasi terhadap mayat yang ditemukan di sungai tersebut,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi tidak menemukan identitas apapun pada tubuh korban. Warga sekitar yang berada di lokasi saat proses evakuasi juga mengaku tidak mengenali korban.

“Dari pemeriksaan awal di TKP memang tidak ditemukan identitas pada tubuh korban. Warga sekitar yang berada di lokasi saat evakuasi juga tidak ada yang mengenali korban,” jelasnya.

Jasad korban kemudian dibawa ke Puskesmas Narmada untuk dilakukan pemeriksaan medis awal atau pemeriksaan luar guna mengetahui kondisi tubuh korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga medis Puskesmas Narmada, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan ciri-ciri menggunakan baju cokelat bergaris, celana panjang jeans biru dongker, serta ikat pinggang cokelat. Korban memiliki warna kulit sawo matang dengan lingkar kepala sekitar 55 sentimeter dan rambut berwarna pirang dengan panjang sekitar lima sentimeter.

Baca Juga :  Mi6 adakan Road Show Mapping Isu Strategis dan Kemanusiaan di Sumbawa - Mbojo

Saat ditemukan, tubuh korban dipenuhi pasir dan dari bagian hidung serta mulut terlihat mengeluarkan busa. Petugas medis juga menemukan sejumlah luka pada tubuh korban, di antaranya luka garis pada dahi berukuran sekitar 1 x 1 sentimeter, luka lecet di lengan atas kanan, serta beberapa luka memar pada bagian bawah lutut kanan dengan ukuran bervariasi.

Selain itu, terdapat luka robek pada telapak kaki kiri dan beberapa luka lecet pada bagian punggung, pinggul, serta lengan korban. Bibir korban juga dilaporkan berwarna kebiruan dan terdapat darah yang keluar dari hidung.

Petugas medis memperkirakan waktu kematian korban kurang dari 12 jam sebelum ditemukan. Saat pemeriksaan dilakukan, kondisi kaku mayat baru mulai terlihat di bagian mulut, kedua tangan, dan kaki, sementara lebam mayat belum tampak jelas.

Dari hasil pemeriksaan barang yang ditemukan di saku celana korban, petugas mendapati sejumlah uang tunai sebesar Rp22 ribu, kacamata, serta beberapa obat-obatan. Di antaranya obat bermerek Fridep Sertraline yang biasa digunakan untuk mengatasi depresi, alprazolam yang merupakan obat penenang, serta tiga jenis obat lain tanpa merek.

Baca Juga :  Umat Hindu di Lombok Barat Gelar Tradisi Ngembak Geni: Mandi di Pantai untuk Pembersihan Diri

Meski demikian, hingga saat ini pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab kematian korban dan masih menunggu kemungkinan adanya laporan dari keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya.

Kapolsek Narmada mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut agar segera menghubungi pihak berwenang atau mendatangi Puskesmas Narmada.

“Bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya dengan ciri-ciri yang telah disampaikan, silakan menghubungi atau datang ke Puskesmas Narmada untuk memastikan identitas korban,” ujar AKP I Kadek Ariawan.

Polisi juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas korban serta memastikan penyebab pasti kematiannya. Hingga berita ini ditulis, jasad korban masih berada di fasilitas kesehatan sambil menunggu proses identifikasi dan kemungkinan klaim dari pihak keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *