NewsNusantara

BMKG NTB Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob, Pesisir Lombok hingga Bima Diminta Siaga

×

BMKG NTB Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob, Pesisir Lombok hingga Bima Diminta Siaga

Sebarkan artikel ini
BMKG NTB Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob, Pesisir Lombok hingga Bima Diminta Siaga

Mataram, Jurnalekbis.com  – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi ZAM mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob yang berpotensi melanda wilayah pesisir Lombok hingga pesisir Bima. Peringatan ini berlaku mulai 17 Maret 2026 pukul 08.00 WITA hingga 27 Maret 2026 pukul 20.00 WITA.

Kepala Stasiun Meteorologi ZAM, Satria Topan Primadi, mengatakan fenomena pasang air laut maksimum berpotensi memicu genangan di sejumlah wilayah pesisir, terutama saat periode pasang tertinggi.

“Dengan adanya fenomena ini, masyarakat di wilayah pesisir diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir rob, terutama di daerah rendah dan bantaran sungai,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (17/3/2026).

BMKG mencatat kondisi cuaca di perairan Lembar dan Sape selama periode tersebut cenderung bervariasi, mulai dari cerah berawan hingga hujan dengan intensitas sedang. Sementara itu, arah angin dominan bertiup dari selatan hingga barat laut dengan kecepatan berkisar 5 hingga 25 knot.

Baca Juga :  Danrem 162/WB Mengikuti Peresmian RSAD TK. IV Sultan Abdul Kahir II Bima Secara Virtual

Selain itu, tinggi gelombang laut diperkirakan mencapai 1,25 hingga 4 meter, yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya banjir rob di wilayah pesisir. Untuk wilayah Lembar, pasang maksimum diprediksi mencapai 1,9 meter dengan waktu pasang antara pukul 11.00 hingga 23.00 WITA. Sedangkan di wilayah Sape, pasang maksimum dengan ketinggian serupa diperkirakan terjadi pada pukul 12.00 hingga 02.00 WITA.

Sejumlah wilayah pesisir di NTB masuk dalam kategori rawan terdampak. Di Pulau Lombok, daerah yang berpotensi terdampak meliputi Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, hingga Labuhan Lombok. Sementara di Pulau Sumbawa, potensi genangan diperkirakan terjadi di wilayah Sumbawa dan Labuhan Badas.

Adapun di wilayah Bima, daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, hingga Asakota.

Baca Juga :  NTB Masuk Musim Kemarau, Waspadai Bencana Hidrometeorologi!

Menurut Satria, kombinasi antara pasang maksimum air laut, kondisi gelombang yang relatif tinggi, serta faktor cuaca menjadi pemicu utama potensi banjir rob di wilayah tersebut. Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama pada waktu-waktu pasang puncak.

“Dampak yang bisa ditimbulkan antara lain genangan air di permukiman warga, terganggunya aktivitas pelabuhan, hingga kerusakan fasilitas di sekitar pesisir,” jelasnya.

BMKG juga mengingatkan para nelayan dan pelaku aktivitas maritim untuk memperhatikan kondisi gelombang dan angin sebelum melaut. Tinggi gelombang yang mencapai hingga 4 meter dinilai cukup berisiko bagi keselamatan pelayaran, khususnya untuk perahu kecil.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG, termasuk situs maritim BMKG serta media sosial resmi BMKG NTB.

Baca Juga :  Jalur Rinjani Rawan, TO dan Porter Gotong Royong Pasang Pipa Besi

“Informasi terbaru sangat penting agar masyarakat dapat mengambil langkah cepat jika terjadi peningkatan risiko di lapangan,” tambahnya.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga diharapkan dapat melakukan langkah mitigasi dini, seperti memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik serta menyiapkan langkah tanggap darurat jika terjadi genangan signifikan.

BMKG menegaskan bahwa kewaspadaan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi banjir rob ini, mengingat fenomena pasang air laut maksimum dapat terjadi secara berkala dan berdampak langsung pada aktivitas masyarakat di wilayah pesisir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *