Mataram, Jurnalekbis.com – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menerjunkan personel untuk mengamankan sejumlah pelabuhan strategis selama pelaksanaan Operasi Ketupat Rinjani 2026. Langkah ini dilakukan guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, khususnya pada jalur transportasi laut yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat kepulauan.
Pengamanan mulai digelar sejak pertengahan Maret 2026, dengan fokus pada titik-titik pelabuhan yang memiliki intensitas penumpang tinggi. Sejumlah pelabuhan utama yang menjadi perhatian di antaranya Pelabuhan Lembar, Gili Mas, Kayangan, Poto Tano, hingga Pelabuhan Bima dan Sape. Selain itu, aparat juga menyasar pelabuhan rakyat yang tersebar di wilayah pesisir NTB.
Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol Boyke F. S. Samola, mengatakan pihaknya tergabung dalam Satgas 7 Bantuan Operasi (Banops) yang memiliki peran penting dalam mendukung pengamanan jalur laut selama musim mudik Lebaran.
“Dalam Operasi Ketupat Rinjani 2026 ini, kami bertugas memberikan dukungan operasional, khususnya dalam pengamanan transportasi laut, agar aktivitas masyarakat berjalan aman dan lancar,” ujar Boyke, Minggu (16/3/2026).
Ia menjelaskan, pengamanan tidak hanya dilakukan melalui kehadiran personel di area pelabuhan, tetapi juga didukung oleh armada kapal polisi yang disiagakan untuk patroli perairan. Ditpolairud juga bersinergi dengan Satpolairud di tingkat Polres untuk memperluas jangkauan pengawasan di seluruh wilayah NTB.
Menurut Boyke, lonjakan penumpang saat mudik Lebaran menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi secara serius, terutama di daerah kepulauan seperti NTB yang sangat bergantung pada transportasi laut. Karena itu, pengamanan difokuskan pada upaya pencegahan gangguan keamanan, kecelakaan laut, hingga potensi pelanggaran keselamatan pelayaran.

“Melalui operasi ini, kami berkomitmen memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menggunakan transportasi laut, serta memastikan seluruh aktivitas di pelabuhan berjalan tertib,” tegasnya.
Selain aspek pengamanan, petugas di lapangan juga melakukan pemantauan situasi secara intensif serta berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, seperti otoritas pelabuhan dan operator kapal. Langkah ini dilakukan untuk memastikan standar keselamatan dipatuhi, termasuk kapasitas penumpang dan kelayakan kapal.
Petugas juga aktif memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan laut. Penumpang diminta tidak memaksakan diri naik kapal yang sudah penuh serta mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh otoritas pelabuhan.
Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran, kehadiran aparat di pelabuhan diharapkan mampu meminimalisasi risiko gangguan keamanan dan memberikan rasa nyaman bagi para pemudik. Terlebih, sejumlah pelabuhan di NTB merupakan penghubung utama antar pulau yang memiliki peran vital dalam distribusi penumpang dan logistik.
Operasi Ketupat Rinjani sendiri merupakan agenda tahunan kepolisian dalam rangka pengamanan Hari Raya Idulfitri. Di NTB, operasi ini tidak hanya berfokus pada jalur darat, tetapi juga jalur laut yang menjadi karakteristik wilayah kepulauan.
Dengan pengamanan yang diperkuat di berbagai titik pelabuhan, Polda NTB berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa gangguan berarti.














