Lombok Barat, Jurnalekbis.com – Lapas Kelas IIA Lombok Barat menghadirkan inovasi layanan digital berbasis aplikasi bernama E-Kunjungan untuk mempermudah pendaftaran kunjungan keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) selama momentum Hari Raya Idul Fitri 2026. Layanan ini langsung berdampak pada berkurangnya antrean panjang serta meningkatkan keteraturan kunjungan di dalam lapas.
Aplikasi E-Kunjungan memungkinkan masyarakat mendaftar secara online tanpa harus datang lebih awal ke lokasi. Sistem ini dirancang untuk mengatur jadwal kunjungan secara lebih tertib sekaligus meminimalisir penumpukan pengunjung yang kerap terjadi saat momen hari besar keagamaan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTB, Agung Krisna, mengatakan inovasi ini merupakan bagian dari transformasi digital di lingkungan pemasyarakatan yang terus didorong pemerintah. Terutama dalam meningkatkan kualitas layanan publik yang lebih transparan dan akuntabel.
“E-Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam memberikan kemudahan akses layanan kepada masyarakat. Selain itu juga menciptakan sistem yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel, terutama saat intensitas kunjungan tinggi seperti Idul Fitri,” ujar Agung, Senin (23/3/2026).
Implementasi aplikasi ini mendapat respons positif dari masyarakat. Hingga hari ketiga pelaksanaan, jumlah pendaftar melalui E-Kunjungan tercatat mencapai 340 orang hingga pukul 12.00 WITA. Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan digital yang dinilai lebih praktis dan efisien.
Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, menjelaskan bahwa sistem E-Kunjungan secara langsung membantu kelancaran operasional layanan di lapas. Proses pendaftaran yang sebelumnya dilakukan secara manual kini menjadi lebih cepat dan terstruktur.

“Melalui E-Kunjungan, proses pendaftaran jauh lebih efisien. Antrean dapat diminimalisir dan jadwal kunjungan bisa diatur dengan baik. Ini sangat membantu dalam menjaga keamanan dan kenyamanan selama layanan berlangsung,” kata Fadli.
Ia menambahkan, penggunaan sistem digital juga memudahkan petugas dalam melakukan pengawasan jumlah pengunjung. Dengan data yang tercatat secara real-time, potensi kepadatan dapat diantisipasi sejak awal sehingga tidak mengganggu aktivitas di dalam lapas.
Selain mempercepat layanan, E-Kunjungan juga dinilai mampu meningkatkan transparansi. Setiap pendaftar memiliki jadwal kunjungan yang jelas, sehingga mengurangi potensi praktik tidak tertib dalam proses antrean.
Momentum Idul Fitri memang menjadi periode dengan lonjakan kunjungan tertinggi di lembaga pemasyarakatan. Keluarga WBP berbondong-bondong datang untuk bersilaturahmi, yang sering kali memicu antrean panjang hingga berjam-jam. Kehadiran aplikasi ini menjadi solusi konkret untuk mengurai persoalan klasik tersebut.
Dengan sistem yang lebih tertata, suasana kunjungan di Lapas Lombok Barat tahun ini terpantau lebih kondusif. Pengunjung datang sesuai jadwal yang telah ditentukan, sementara petugas dapat mengelola arus kunjungan dengan lebih terkendali.
Ke depan, pihak lapas berencana terus mengembangkan layanan digital serupa untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. E-Kunjungan diharapkan tidak hanya menjadi solusi sementara saat hari besar, tetapi juga menjadi standar baru dalam sistem kunjungan di lembaga pemasyarakatan.
Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa digitalisasi di sektor pelayanan publik bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjawab tuntutan masyarakat yang menginginkan layanan cepat, mudah, dan transparan.
Langsung ke konten













