
Mataram, Jurnalekbis.com – Aparat kepolisian bergerak cepat meredam potensi konflik susulan pasca insiden kesalahpahaman antarwarga di wilayah Pagutan, Kota Mataram. Dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Kelurahan Pagutan Timur, Senin (23/3/2026), polisi menekankan pentingnya peran Ketua RT dan tokoh masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Kapolsek Mataram, AKP Mulyadi, menegaskan bahwa stabilitas keamanan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat di tingkat bawah. Ia meminta para Ketua RT agar meningkatkan pengawasan wilayah dan segera melaporkan jika terdapat potensi gangguan keamanan.
“Kami minta bantuan Ketua RT dan tokoh masyarakat untuk membantu mendinginkan situasi. Jangan sampai warga terprovokasi. Percayakan penanganannya kepada kami, dan segera laporkan jika ada hal mencurigakan,” ujar Mulyadi dalam forum tersebut.
Rapat koordinasi ini turut dihadiri Camat Mataram, jajaran Polresta Mataram, tokoh agama, serta para Ketua RT dari sejumlah lingkungan, termasuk Lingkungan Petemon yang sempat terdampak insiden. Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dengan fokus utama meredam ketegangan dan mencegah konflik meluas.
Menurut Mulyadi, sejumlah remaja yang diduga terlibat dalam insiden sebelumnya telah diamankan oleh pihak kepolisian. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar situasi tidak berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang lebih luas.
Meski demikian, hingga saat ini pihak korban belum menempuh jalur hukum secara resmi. Kondisi tersebut membuka ruang bagi penyelesaian secara kekeluargaan yang dinilai lebih efektif dalam menjaga hubungan sosial antarwarga. Polisi bersama aparat kecamatan pun mendorong dialog sebagai jalan utama penyelesaian.
Kasat Binmas Polresta Mataram, AKP Evy Nuke Maya, dalam kesempatan yang sama mengajak masyarakat untuk mengedepankan pendekatan humanis. Ia menilai, komunikasi yang baik antarwarga menjadi kunci untuk meredam emosi dan menghindari konflik berkepanjangan.
Sementara itu, Wakasat Intelkam Polresta Mataram, AKP Gunarto, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial. Ia menegaskan bahwa penyebaran informasi yang tidak benar berpotensi memperkeruh situasi.
“Jangan mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya. Saring sebelum sharing agar tidak menimbulkan kesalahpahaman baru,” kata Gunarto.
Dari unsur masyarakat, tokoh agama Lingkungan Petemon, Mansub, memastikan kondisi wilayahnya saat ini tetap terkendali. Ia menyatakan komitmennya untuk menjaga ketertiban sekaligus menjembatani komunikasi dengan pihak keluarga korban.
“Kami akan bermusyawarah dengan pihak keluarga. Insya Allah, warga Petemon tetap menjaga ketertiban dan tidak akan melakukan tindakan yang melanggar hukum,” ujarnya.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis dalam meredam potensi konflik lanjutan. Selain memperkuat koordinasi lintas sektor, forum tersebut juga membuka ruang dialog damai antarwarga yang terlibat.
Sebagai tindak lanjut, aparat kepolisian bersama pemerintah kecamatan berencana menggelar pertemuan lanjutan di Mapolsek Mataram. Pertemuan tersebut diharapkan mampu menghasilkan kesepakatan bersama yang adil dan menjaga kondusivitas wilayah secara berkelanjutan.
Dengan pendekatan persuasif dan keterlibatan masyarakat, aparat optimistis situasi di Pagutan dapat segera pulih dan kembali aman.














