NasionalNewsOlahraga

Velg Marc Marquez Rusak di Thailand, Apa Fungsi Kerb di Sirkuit Mandalika?

×

Velg Marc Marquez Rusak di Thailand, Apa Fungsi Kerb di Sirkuit Mandalika?

Sebarkan artikel ini
Velg Marc Marquez Rusak di Thailand, Apa Fungsi Kerb di Sirkuit Mandalika?

Lombok Tengah, Jurnalekbis.com – Insiden rusaknya velg belakang motor Marc Marquez saat MotoGP Thailand 2026 memunculkan pertanyaan baru di kalangan penggemar balap: seberapa penting kerb di lintasan sirkuit?

Pembalap Ducati Lenovo Team itu gagal menyelesaikan balapan di Chang International Circuit, Thailand, Sabtu (1/3/2026), setelah velg belakang motornya rusak ketika menghantam kerb pada lap ke-21. Peristiwa tersebut membuat elemen kecil di sisi tikungan itu menjadi sorotan.

Di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, kerb ternyata dirancang dengan aturan ketat dan mengikuti standar internasional yang ditetapkan Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM).

Track, Race Electronic, and Motorsport Manager Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Muhammad Awallutfi Andhika Putra, menjelaskan bahwa kerb bukan sekadar pembatas berwarna merah-putih di pinggir lintasan.

“Secara umum kerb dalam standar FIM terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu kerb positif dan kerb negatif. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda dalam membantu pembalap menjaga batas lintasan sekaligus mempertahankan kecepatan saat melewati tikungan,” kata Dhika, sapaan Muhammad Awallutfi Andhika Putra.

Baca Juga :  Keunggulan Drone Shahed-136 Iran: Teknologi Militer yang Mendominasi di Era Modern

Menurut dia, desain kerb di Sirkuit Mandalika menggunakan model Misano Kerb, tipe yang juga dipakai di sejumlah sirkuit internasional. Kerb tersebut dipilih sejak awal pembangunan Sirkuit Mandalika pada 2020.

Dhika mengatakan, keputusan itu datang langsung dari dua mantan pembalap MotoGP yang saat itu bertugas sebagai FIM Safety Officer, Franco Uncini dan Loris Capirossi.

“Franco Uncini dan Loris Capirossi menginstruksikan penggunaan Misano Kerb di Sirkuit Mandalika pada saat pembangunan tahun 2020. Kerb tersebut dirancang sesuai standar teknis sirkuit internasional dan telah melalui homologasi resmi dari FIM,” ujarnya.

Kerb model Misano memiliki bentuk berundak atau bergerigi. Dari kejauhan, permukaannya terlihat rata. Namun, pada bagian atas atau crown terdapat elevasi setinggi sekitar 2,5 sentimeter dari permukaan aspal.

Tinggi tersebut, kata Dhika, sengaja dibuat agar pembalap mendapat peringatan ketika roda kendaraan mulai keluar dari racing line.

“Jika dilihat sekilas, permukaan kerb memang tampak rata di bagian puncaknya. Namun sebenarnya kerb dibuat dengan bentuk berundak atau bergerigi. Struktur ini berfungsi memberi peringatan kepada pembalap bahwa mereka sudah mendekati batas lintasan,” katanya.

Baca Juga :  Budhy Kurniawan Resmi Jabat Kepala Balai TN Gunung Rinjani, Gantikan Yarman

Selain itu, kerb di Mandalika memiliki lebar minimal 1,5 meter. Material utamanya berupa beton, baik menggunakan metode pre-cast maupun dicetak langsung di lokasi saat pembangunan lintasan.

Setelah itu, permukaan kerb dilapisi cat khusus yang telah terhomologasi FIM. Cat tersebut tidak hanya memberi warna kontras merah dan putih, tetapi juga memiliki tingkat grip yang mendekati permukaan aspal.

“Ketika roda motor atau mobil melintas di atas kerb, kendaraan masih dapat mempertahankan cengkeraman yang cukup,” ujar Dhika.

Dhika menjelaskan, perbedaan kerb positif dan kerb negatif terletak pada penempatannya di tikungan. Kerb positif umumnya berada di bagian dalam tikungan dan dapat dilewati pembalap tanpa terlalu mengganggu stabilitas kendaraan.

Sebaliknya, kerb negatif biasanya ditempatkan di area keluar tikungan atau exit kerb. Jenis ini dirancang untuk membantu kendaraan kembali ke lintasan sekaligus membatasi agar pembalap tidak melebar terlalu jauh.

Direktur Utama MGPA Priandhi Satria menegaskan, kerb merupakan bagian penting dari sistem keselamatan lintasan, bukan sekadar elemen visual.

Baca Juga :  TNGR Buka 7 Destinasi Wisata Non-Pendakian, Ini Daftarnya!

“Kerb di Sirkuit Mandalika dirancang mengikuti standar yang ditetapkan oleh FIM. Tujuannya bukan hanya sebagai penanda batas lintasan, tetapi juga membantu pembalap menjaga racing line dengan aman,” kata Priandhi.

Menurut dia, setiap detail lintasan di Mandalika selalu dievaluasi agar sesuai dengan kebutuhan balap modern. Kerb harus mampu memberi keseimbangan antara performa dan keselamatan.

“Pembalap masih bisa memanfaatkannya untuk memaksimalkan tikungan, tetapi tetap ada batas yang jelas agar kendaraan tidak keluar terlalu jauh dari trek,” ujarnya.

Insiden yang dialami Marc Marquez di Thailand menunjukkan bahwa kerb dapat menjadi penentu dalam balapan. Di satu sisi, kerb membantu pembalap menjaga racing line dan kecepatan. Namun di sisi lain, benturan keras pada sudut dan kecepatan tertentu juga bisa menimbulkan risiko, termasuk kerusakan pada motor.

Di Mandalika, detail seperti tinggi elevasi, bentuk undakan, hingga jenis cat pada kerb menjadi bagian penting yang menentukan bagaimana motor berinteraksi dengan lintasan saat melaju lebih dari 300 kilometer per jam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *