Hukrim

9 Orang Satu Keluarga Aniaya Pria hingga Tewas di Suranadi, Motif Kesal Korban Ajak Keponakan ke Homestay

×

9 Orang Satu Keluarga Aniaya Pria hingga Tewas di Suranadi, Motif Kesal Korban Ajak Keponakan ke Homestay

Sebarkan artikel ini
9 Orang Satu Keluarga Aniaya Pria hingga Tewas di Suranadi, Motif Kesal Korban Ajak Keponakan ke Homestay

Mataram, Jurnalekbis.com- Seorang pria berinisial SA, warga Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, tewas setelah diduga dianiaya sembilan orang yang masih memiliki hubungan keluarga di wilayah Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Senin (30/3/2026) siang. Ironisnya, tiga dari sembilan terduga pelaku merupakan perempuan.

Kasus ini terungkap kurang dari 24 jam setelah kejadian. Tim Jatanras Satreskrim Polresta Mataram bersama Unit Reskrim Polsek Narmada bergerak cepat dan mengamankan seluruh terduga pelaku di sejumlah lokasi.

Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma Yulia Putra mengatakan, sembilan orang tersebut diamankan terkait dugaan tindak pidana yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

“Kami dari tim Jatanras Satreskrim Polresta Mataram bersama Unit Reskrim Polsek Narmada berhasil melakukan pengamanan sembilan terduga pelaku tindak pidana yang menghilangkan nyawa, subsider melakukan kekerasan terhadap orang di muka umum secara bersama-sama hingga menyebabkan meninggal dunia,” kata Dharma, Senin (31/3/2026).

Pengungkapan kasus ini, kata dia, dilakukan dengan dukungan Polsek Kopang, Polres Lombok Tengah, serta Subdit Jatanras Polda NTB. Polisi bergerak berdasarkan laporan polisi Nomor LP/B/59/III/2026 tertanggal 30 Maret 2026.

Baca Juga :  Dua Anak di Bawah Umur di Lombok Utara Diduga Menjadi Korban Pelecehan Seksual oleh Lima Remaja

Menurut Dharma, motif penganiayaan diduga dipicu rasa kesal keluarga korban setelah mengetahui SA mengajak keponakan salah satu pelaku, yang baru berusia 17 tahun, ke sebuah homestay di kawasan Suranadi.

“Motif dari kesembilan tersangka tersebut karena kesal korban mengajak keponakan para pelaku ke homestay,” ujarnya.

Dharma menjelaskan, para pelaku kemudian mendatangi homestay tersebut dan menggerebek kamar tempat korban berada. Di lokasi itu, korban ditemukan bersama remaja perempuan yang merupakan keponakan salah satu pelaku.

“Sesampainya di homestay di wilayah hukum Narmada, sembilan tersangka melakukan penggerebekan di kamar homestay tersebut dan menemukan korban bersama keponakan dari para pelaku,” katanya.

Setelah penggerebekan, korban diduga langsung dianiaya di dalam kamar homestay. Namun aksi kekerasan tidak berhenti di situ. Korban kemudian dibawa menggunakan mobil pikap menuju wilayah Lombok Tengah.

Baca Juga :  Cemburu Membara, IM Habisi Kekasih, Mayat Dibuang dan Dicor di Sumur

Dalam perjalanan, korban sempat melakukan perlawanan. Hal itu diduga membuat para pelaku kembali melakukan penganiayaan secara bersama-sama.

“Korban diangkut menggunakan mobil pikap mengarah ke Lombok Tengah. Di dalam perjalanan korban melakukan perlawanan sehingga para pelaku kembali melakukan penganiayaan. Bahkan korban sempat ditutup menggunakan terpal oleh salah satu pelaku,” ujar Dharma.

Saat tiba di wilayah Lombok Tengah, korban diduga sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Sembilan orang yang diamankan polisi masing-masing berinisial M (43), H (42), SM (27), YA (22), MA (36), MAI (23), EWZ (25), E (30), dan S (34). Dua di antaranya merupakan perempuan.

Hingga kini, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap seluruh terduga pelaku untuk mendalami peran masing-masing. Penyidik juga menjerat mereka dengan pasal tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian dan kekerasan secara bersama-sama di muka umum.

Sementara itu, jenazah korban telah diautopsi di RS Bhayangkara Polda NTB. Dokter Kepolisian RS Bhayangkara Polda NTB, AKP Nyoman Diasa, membenarkan pihaknya telah melakukan pemeriksaan luar dan dalam terhadap tubuh korban.

Baca Juga :  BBPOM Mataram Musnahkan 1.500 Pot Handbody Bermerkuri

“Hari ini benar RS Bhayangkara Mataram bersama dokter ahli forensik melaksanakan pemeriksaan dalam atau autopsi dalam kasus yang saat ini ditangani Polresta Mataram,” kata Diasa.

Namun, pihak rumah sakit belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian korban. Hasil lengkap autopsi masih menunggu beberapa hari ke depan dan akan diserahkan kepada penyidik.

“Hasil pemeriksaan luar maupun dalam akan tersaji dalam hasil autopsi dan dipergunakan oleh penyidik untuk kepentingan penyidikan,” ujarnya.

Polisi masih mendalami peran masing-masing pelaku, termasuk siapa yang diduga paling dominan melakukan kekerasan terhadap korban. Hingga kini, penyidik juga masih memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti dari lokasi homestay maupun kendaraan pickup yang digunakan untuk membawa korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *