Mataram, Jurnalekbis.com – Kebakaran hebat melanda sebuah bangunan kantor SPPG MBG di Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Kamis (9/4/2026) sore. Api diduga berasal dari korsleting listrik di lantai dua bangunan hingga menyebabkan seluruh bagian kantor mengalami kerusakan berat.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 Wita. Kobaran api dengan cepat membesar dan membakar bangunan milik Husniah yang digunakan sebagai kantor SPPG MBG. Warga di sekitar lokasi sempat panik karena api terlihat membesar dari bagian atas bangunan.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Sadimin, mengatakan dugaan sementara kebakaran dipicu hubungan arus pendek listrik di dalam ruangan lantai dua.
“Menurut keterangan Kepala SPPG atas nama Dewi Anjani, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu ruangan di lantai dua bangunan,” kata Sadimin dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).
Setelah muncul percikan api, kobaran dengan cepat merembet ke bagian lain bangunan. Material di dalam ruangan diduga membuat api mudah membesar dalam waktu singkat.
Tim Pemadam Kebakaran Kota Mataram yang menerima laporan langsung menuju lokasi. Petugas berjibaku memadamkan api selama sekitar satu jam sebelum akhirnya berhasil mengendalikan kebakaran pada pukul 17.00 Wita.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, bangunan dua lantai itu mengalami kerusakan berat pada hampir seluruh bagian.
Berdasarkan data BPBD, luas area yang terdampak mencapai 546 meter persegi. Satu unit bangunan di lantai satu dan lantai dua mengalami kerusakan berat akibat dilalap api.
“Kerugian material masih dalam proses assessment oleh petugas di lapangan,” ujar Sadimin.
Usai api berhasil dipadamkan, pemilik bangunan bersama para pegawai mulai melakukan pembersihan terhadap sisa-sisa material yang hangus terbakar. Petugas BPBD Kota Mataram juga melakukan kaji cepat untuk memastikan tidak ada potensi kebakaran susulan.
BPBD Provinsi NTB telah berkoordinasi dengan BPBD Kota Mataram dan sejumlah instansi terkait untuk menangani dampak kebakaran tersebut. Selain melakukan assessment, BPBD juga berkoordinasi dengan aparat Kecamatan Sekarbela dan Kelurahan Kekalik Jaya.
Sejumlah personel diterjunkan ke lokasi, di antaranya Lurah Kekalik Jaya, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tim Pemadam Kebakaran Kota Mataram, hingga Tim Kaji Cepat Regu 3 BPBD Kota Mataram.
Sadimin mengatakan peristiwa itu menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada masa peralihan musim.
Menurut dia, kebakaran rumah maupun bangunan masih kerap dipicu oleh kelalaian, mulai dari instalasi listrik yang tidak aman, penggunaan kompor, hingga pembakaran sampah.
“Kami mengimbau masyarakat memastikan instalasi listrik di rumah dan tempat usaha dalam kondisi aman. Jangan meninggalkan kompor atau sumber api tanpa pengawasan, dan hindari pembakaran sampah secara sembarangan,” katanya.
BPBD juga meminta warga menyiapkan alat pemadam sederhana, seperti ember berisi air atau pasir, sebagai langkah awal apabila terjadi kebakaran.
Selain itu, masyarakat diminta segera menghubungi petugas pemadam kebakaran, BPBD, aparat kelurahan, maupun pihak keamanan terdekat apabila melihat munculnya api, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan dampak kebakaran tidak semakin meluas.
Kebakaran di Kekalik Jaya ini menambah daftar insiden kebakaran bangunan di Kota Mataram dalam beberapa bulan terakhir. Aparat kini masih menyelidiki lebih lanjut penyebab pasti kebakaran sambil menunggu hasil assessment kerugian yang dialami pemilik bangunan.














