Mataram, Jurnalekbis.com – Penantian panjang bagi calon jemaah haji di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, mengungkapkan bahwa waktu tunggu keberangkatan haji bagi masyarakat NTB semakin bertambah setiap tahunnya, seiring dengan peningkatan jumlah pendaftar yang signifikan.
“Waktu menunggu bagi jemaah kita setiap tahun terus bertambah, sementara yang mendaftar untuk melaksanakan ibadah haji peningkatannya cukup besar,” ujarnya. Sabtu (26/4).
Menyikapi kondisi ini, Ummi Dinda sapaan akrbanya menyampaikan harapan besar agar pemerintah pusat dapat mengupayakan penambahan kuota haji untuk Provinsi NTB. Penambahan kuota dinilai menjadi solusi untuk mengurangi daftar tunggu yang semakin mengular.
“Tentunya penambahan kuota haji ini sangat kita harapkan,” tegasnya.
Namun, di tengah harapan penambahan kuota, Ummi Dinda juga menyoroti potensi tantangan baru terkait pembatasan usia jemaah haji. Berdasarkan informasi yang diterima, aturan pembatasan usia yang dikeluarkan oleh Pemerintah Arab Saudi diperkirakan akan mulai berlaku indonesia/">di Indonesia pada tahun depan. Hal ini tentu akan menjadi pertimbangan penting dalam perencanaan dan pemberangkatan jemaah haji di masa mendatang.
“Namun kita harus ketahui juga bahwa pembatasan usia itu sepertinya akan mulai berlaku di Indonesia juga mulai tahun depan. Sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi, tentunya kita tidak salah untuk terus berharap agar penambahan kuota haji bisa didapatkan oleh jemaah di NTB,” jelasnya.
Di sisi lain, Ummi Dinda menyambut baik pelantikan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi NTB. Ia meyakini bahwa dengan dilantiknya PPIH, proses pelayanan jemaah haji NTB tahun 2025 akan dapat berjalan dengan baik dan lancar.
“Saya yakin dengan dilantiknya PPIH ini akan mampu mengawali proses pelayanan Jemaah haji yang insyaallah kloter pertama akan diberangkatkan pada tanggal 2 Mei 2025,” ungkapnya dengan optimisme.
Ummi Dinda memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar proses pemberangkatan embarkasi NTB dapat berjalan lancar mulai tanggal 2 Mei hingga akhir masa pemberangkatan nanti. Kelancaran proses ini menjadi kunci agar seluruh jemaah haji asal NTB dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke tanah air dengan selamat.
“Jadi mohon doa dari teman-teman semua agar embarkasi NTB bisa berjalan lancar mulai tanggal 2 sampai dengan akhir nanti,” pintanya.
Lebih lanjut, Wagub Indah menjelaskan mengenai mekanisme kedatangan jemaah haji dari berbagai kabupaten/kota di NTB ke Asrama Haji. Meskipun Kota Mataram memiliki jarak yang relatif dekat dengan Asrama Haji, aturan yang berlaku mengharuskan seluruh jemaah menjalani screening kesehatan dan memastikan kesiapan keberangkatan sebelum memasuki asrama.

“Karena memang kabupaten/kota ini bergantian masuk ke Asrama Haji. Walaupun mereka dari Kota Mataram, Pulau Lombok ini cukup dekat, akan tetapi sudah menjadi aturan untuk melaksanakan screening kesehatan yang utama dan kesiapan keberangkatan,” terangnya.
Mekanisme bergantian ini memang berpotensi menyebabkan antrean yang lebih lama bagi jemaah dari kabupaten/kota yang lokasinya lebih jauh. Namun, Ummi Dinda memastikan bahwa sejauh ini pelayanan dan penyelenggaraan ibadah haji di NTB telah berjalan dengan baik.
“Jadi mereka akan bergantian yang membuat memang beberapa kabupaten yang jauh cukup mengantri lama, tetapi sejauh ini pelayanan dan penyelenggaraan sudah baik,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB, Zamroni Aziz, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan koordinasi terkait penetapan kabupaten/kota mana yang jemaah hajinya akan tergabung dalam kloter pertama pemberangkatan. Ia mengakui bahwa saat ini masih terdapat “kloter bayangan” yang perlu difinalisasi.
“Kami masih koordinasi terkait jemaah haji asal Lombok Barat menjadi kloter pertama akan diberangkatkan, karena sampai saat ini masih ada kloter bayangan,” ujar Zamroni.
Kendati demikian, Kakanwil Zamroni menegaskan bahwa pihaknya telah menyampaikan kepada seluruh pemerintah daerah dan kota di NTB untuk bersiap menerima keputusan terkait kloter pertama. Menurutnya, penetapan kloter pertama akan dilakukan berdasarkan pertimbangan yang terbaik untuk kelancaran seluruh proses pemberangkatan.
“Tapi harapan kami, siapapun kabupaten/kota ini yang akan menjadi kloter pertama, kami sudah sampaikan ke pemerintah daerah dan kota untuk menerimanya. Yang jelas ini yang terbaik,” tegasnya.
Kakanwil Zamroni memastikan bahwa jemaah haji kloter pertama akan mulai masuk ke Asrama Haji pada tanggal 1 Mei 2025, dan direncanakan akan berangkat pada tanggal 2 Mei dini hari.
“Kloter pertama mulai masuk ke Asrama Haji tanggal 1 Mei dan jam keberangkatan pada tanggal 2 Mei dini hari,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kakanwil Zamroni mengungkapkan bahwa Provinsi NTB mendapatkan alokasi kuota haji sebanyak 4.499 jemaah untuk tahun 2025. Kuota tersebut akan dibagi ke dalam 12 kelompok terbang (kloter) untuk memudahkan proses pemberangkatan dan pemulangan jemaah.
“Provinsi NTB mendapatkan kuota haji sebanyak 4.499 jemaah haji tahun 2025 yang dibagi dalam 12 kloter,” ungkapnya.
Kakanwil Zamroni juga menyampaikan keyakinannya bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun ini akan berjalan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Respon positif dan koordinasi yang intensif dari pemerintah daerah sejak jauh-jauh hari menjadi modal penting untuk mengantisipasi berbagai potensi kendala dan memberikan pelayanan terbaik kepada para calon jemaah haji.
“Saya yakin penyelenggaraan haji tahun ini akan lebih baik lagi dan respon pemerintah daerah hari ini luar biasa. Jauh-jauh hari kami berkoordinasi untuk antisipasi layanan-layanan yang kira-kira akan menjadi persoalan,” pungkas Kakanwil Zamroni Aziz.
