KesehatanOlahraga

8 Dokter hingga Ambulans Disiagakan, Tim Medis UCA Kedua Terapkan Standar ASEAN

×

8 Dokter hingga Ambulans Disiagakan, Tim Medis UCA Kedua Terapkan Standar ASEAN

Sebarkan artikel ini
8 Dokter hingga Ambulans Disiagakan, Tim Medis UCA Kedua Terapkan Standar ASEAN
Kunjungi Sosial Media Kami

Mataram, Jurnalekbis.com – Tim medis yang bertugas dalam ajang Second UCA (United Combat Arts) di Mataram menurunkan kekuatan penuh demi memastikan keamanan kesehatan para atlet. Sebanyak 8 dokter, 8 perawat, dan 2 driver diterjunkan setiap harinya, lengkap dengan peralatan medis standar internasional.

Koordinator tim medis sekaligus delegasi medis, dr. Fauzan Nanggadita, Sp.KO, menjelaskan bahwa tim dibagi menjadi tiga kelompok. Setiap tim bertugas mengawal jalannya pertandingan di masing-masing matras, ditambah satu tim cadangan di ruang medis.

“Secara keseluruhan, kami menurunkan 8 dokter, 8 perawat, serta didukung 2 driver. Tim dibagi jadi 3 setiap hari: dua untuk masing-masing matras pertandingan, dan satu tim backup,” ujar Fauzan, Jumat  (29/8/2025).

Fauzan menegaskan bahwa seluruh peralatan medis sudah sesuai standar internasional, bahkan di atas standar nasional. Tim medis menggunakan panduan dari Federasi Kurashyang berlaku di kawasan ASEAN.

Baca Juga :  Mori Hanafi: Porprov Kali Ini 'Pemanasan' PON, Target NTB Tembus 15 Besar!

“Alat kesehatan lengkap disupport dari RSUD Provinsi NTB. Kami menyiapkan long spine board, dua unit ambulans, dan perlengkapan lain untuk menangani kasus darurat seperti dislokasi atau patah tulang. Standar yang kami gunakan bukan lagi nasional, melainkan standar ASEAN,” jelasnya.

Dalam pertandingan olahraga kontak seperti bela diri, cedera yang paling sering terjadi adalah dislokasi atau pergeseran sendi, terutama di bahu, siku, dan jari. Namun hingga setengah hari pelaksanaan, belum ada kasus serius yang ditangani.

“Belum ada yang mengalami dislokasi, hanya cedera ringan dan sudah kami tangani. Belum ada yang dikategorikan parah,” tambahnya.

Selain pertandingan di matras, UCA juga menggelar laga di area pantai. Fauzan menyebut potensi cedera di lapangan pasir berbeda dengan di matras, terutama karena faktor cuaca dan kondisi lapangan.

Baca Juga :  LOGIS Nilai Event Motocross Bermanfaat untuk Geliat Pariwisata NTB

“Concern utama di pantai bukan hanya cedera, tapi cuaca. Kami mewaspadai penyakit akibat panas atau heat related illness, termasuk heat stroke. Yang kedua adalah iritasi mata karena kontak langsung dengan pasir, sebab di pantai tidak ada matras, jadi langsung bermain di atas pasir,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi kasus heat stroke, tim medis menyiapkan fasilitas tambahan berupa kolam es (ice pool). Metode ini merupakan standar internasional yang digunakan dalam penanganan darurat akibat paparan panas ekstrem.

“Alat tambahan memang kami siapkan, terutama kolam es untuk penanganan heat stroke. Itu sudah standar internasional yang wajib dipakai dalam event besar seperti ini,” kata Fauzan.

Dengan kesiapan ini, tim medis memastikan seluruh atlet bisa bertanding dengan aman meski menghadapi risiko cedera maupun kondisi ekstrem.

Baca Juga :  11 Orang Warga Di Bima Menjadi korban Gigitan Anjing Rabies

Lebih lanjut, Fauzan mengingatkan para atlet untuk menjaga kondisi fisik, mengantisipasi dehidrasi, dan segera melapor jika mengalami keluhan. “Kami tidak hanya melakukan penanganan medis, tapi juga edukasi agar atlet lebih peduli terhadap kesehatannya,” tuturnya.

Dengan dukungan tenaga medis profesional, peralatan lengkap, serta standar internasional, penyelenggaraan Second UCA di Mataram diharapkan berlangsung aman tanpa insiden berarti.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *