News

Angin Puting Beliung Terjang Lombok Tengah, Satu Rumah Rusak

×

Angin Puting Beliung Terjang Lombok Tengah, Satu Rumah Rusak

Sebarkan artikel ini
Angin Puting Beliung Terjang Lombok Tengah, Satu Rumah Rusak

Lombok Tengah, Jurnalekbis.com — Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Angin puting beliung yang terjadi pada Minggu (7/12/2025) malam merusak setidaknya satu rumah warga di Kabupaten Lombok Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB telah mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang dan hujan ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.30 WITA dan berdampak pada dua kecamatan, yakni Kecamatan Jonggat dan Kecamatan Pringgarata. Di Desa Ubung, Dusun Punimbe, Kecamatan Jonggat, satu kepala keluarga terdampak dan satu unit rumah mengalami kerusakan di bagian atap akibat terpaan angin kencang. Sementara di Desa Taman Indah, Kecamatan Pringgarata, BPBD menyebut proses asesmen masih berlangsung.

Baca Juga :  Trik Membaca Pesan WhatsApp Tanpa Ketahuan Pengirim, Ternyata Mudah Dilakukan

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ir. H. Ahmadi, SP-1, membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan BPBD Lombok Tengah serta stakeholder terkait untuk melakukan penanganan cepat.

“Telah terjadi bencana cuaca ekstrem berupa angin kencang di wilayah Kecamatan Jonggat dan Pringgarata. Atap rumah warga dilaporkan rusak dan tim saat ini masih melakukan asesmen lanjutan,” ujar Ahmadi.

Menurutnya, bencana dipicu oleh hembusan angin kencang yang muncul secara tiba-tiba di tengah kondisi cuaca tidak stabil. NTB saat ini berada dalam masa transisi menuju musim hujan, membuat potensi cuaca ekstrem semakin meningkat.

BPBD Lombok Tengah langsung mengerahkan TRC-PB (Tim Reaksi Cepat) untuk melakukan pengecekan kerusakan, mendata warga terdampak, serta menyiapkan langkah penanganan darurat. Aparat TNI, Polri, dan perangkat desa turut terlibat dalam penanganan di lapangan.

Selain upaya asesmen, BPBD menyebut kebutuhan mendesak saat ini adalah bantuan logistik bagi warga terdampak. Proses pelaporan dan diseminasi informasi juga dilakukan agar masyarakat di wilayah lain dapat meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga :  Rayakan Galungan, Warga Binaan Lapas Lombok Barat Bangkitkan Semangat Dharma

“BPBD Provinsi NTB berkoordinasi dengan BPBD Lombok Tengah dan stakeholder. Assessment terus dilakukan dan pelaporan berjalan. Untuk sementara, kebutuhan mendesak adalah bantuan logistik,” kata Ahmadi.

Dalam pernyataan resminya, BPBD NTB juga mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada seluruh masyarakat di NTB. Berdasarkan prakiraan cuaca, sebagian wilayah NTB telah memasuki musim hujan, sementara wilayah lainnya masih berada pada masa peralihan musim.

Ahmadi mengingatkan bahwa potensi hujan intensitas tinggi dan angin kencang diperkirakan meningkat dalam 10 hari ke depan. Masyarakat diminta menjaga kebersihan aliran air, memastikan saluran drainase tidak tersumbat, serta mengantisipasi potensi bencana susulan.

“Masyarakat perlu mewaspadai hujan ekstrem dan angin kencang yang dapat terjadi tiba-tiba. Pastikan kebersihan saluran air dan periksa kondisi lingkungan sekitar untuk mengurangi risiko bencana,” jelasnya.

Baca Juga :  Kapolres Lombok Barat: Jangan Arogan, Tilang Harus Humanis!

BPBD NTB memastikan pemantauan cuaca dan kondisi lapangan terus dilakukan. Proses asesmen di Kecamatan Pringgarata juga masih berjalan untuk memastikan jumlah kerusakan dan kebutuhan warga yang terdampak.

Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, BPBD mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat cuaca buruk, menjauhi pepohonan besar, serta memperhatikan struktur bangunan rumah, khususnya atap yang rawan terangkat angin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *